UniqMag

Kabupaten OKI Raih Dua Penghargaan.

berita terkini
Kadis DPPKAD OKI Mun'im dan saat Kadis BPMPD OKI Hj.Nursula terima penghargaan piagam penghargaa.

OGAN KOMERING ILIR, (suara indonesia.co.id) -Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menorehkan prestasi yang cukup gemilang. Hal ini terungkap dalam acara rapat koordinasi penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana desa tahun 2018 lingkup Provinsi Sumatera Selatan di kota Palembang, Selasa (7/8/2018) kemarin.

Pemkab OKI mendapatkan dua (2) penghargaan dari Kantor wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Yakni Terbaik pertama "Kinerja terbaik pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2017" dan terbaik pertama "Kinerja terbaik pengelolaan dana desa tahun 2017" tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten OKI, Mun'Im, saat dikonfirmasi, Rabu (8/8/2018). Dikatakannya penghargaan tersebut baru pertama kalinya diberikan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan semenjak dialihkan wewenang penyaluran dana desa dan DAK ke KPPN sejak tahun 2017.

"Kabupaten OKI berhasil menyandingkan kedua penghargaan tersebut, Yakni Terbaik Pertama untuk pelaporan dana DAK dan Dana Desa (DD) tahun 2017 se - Sumatera Selatan. Setelah sebelumnya diadakan penilaian oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan," kata Mun'im.

Kedua penghargaan itu, Masih kata Mun'Im, Diserahkan langsung oleh Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Bapak Sudarso. Sementara dari BPKAD OKI dihadiri atau diwakili oleh Kabid Akuntansi dan Pelaporan, Dina. Sedangkan DPMD dihadiri langsung Nursula selaku kepala dinas.

"Penghargaan ini diperoleh berkat kerja keras seluruh pihak yang terkait dalam pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) dan dana desa (DD), serta koordinasi dan kerjasama dengan KPPN, Kanwil Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan dan Ditjen Perimbangan Keuangan," ungkap Mun'im.

Adapun kriteria penilaian untuk pengelolaan DAK fisik dan dana desa tahun 2017, lanjut Mun'im, Pengelolaan DAK fisik terdapat tujuh kriteria yaitu aspek penyelesaian kontrak atau daftar kontrak kegiatan 25 persen, aspek capaian realisasi penyerapan dana 25 persen, aspek capaian Output  20 persen, aspek realisasi penyaluran 15 persen, aspek jumlah bidang yang tidak salur 5 persen, aspek sisa dana di RKUD 5 persen dan aspek jumlah bidang yang dikelola 5 persen.

"Untuk pengelolaan dana desa terdapat enam  kriteria, yaitu aspek penyaluran dari RKUD ke RKD 25 persen, aspek penggunaan dana desa 15 persen, aspek sisa dan di RKD 20 persen, aspek capaian Output 20 persen, aspek jumlah desa 10 persen serta aspek kecepatan penyaluran 10 persen," tandas Mun'im seraya berharap kedepannya keberhasilan ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi.

 

Reporter : Firman
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Hari ini TRC BPBD Jember Berangkat ke Lombok
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda