UniqMag

Pengemudi Angkutan Online di Jember Minta Deklarasi Dirumuskan Ulang, Kenapa?

berita terkini
Pertemuan perwakilan pengemudi angkutan roda dua dan roda empat dengan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Buntut dari bentrok dengan ojek pangkalan atau opang, sejumlah pengemudi ojek daring atau ojek online dan pengemudi taxi online menggelar aksi penolakan terhadap hasil kesepakatan damai, yang di gelar Rabu siang (8/8) di Mapolres Jember.

Beberapa perwakilan paguyuban angkutan online yang beroperasi di Jember tersebut menolak dengan tegas kesepakatan yang di mediasi oleh Polres Jember kemarin. Eko Prihastomo dari paguyuban Langgeng mengatakan,  menuntut deklarasi damai yang digelar kemarin tidak mewakili para angkutan online semua.

“ Saya kita kesini menuntut deklarasi damai digagalkan. Deklarasi itu tidak mewakili kita semua,” ujar Eko Prihastomo.

Hasil kesepakatan tersebut menurut Eko, harus diubah kembali ke kesepakatan yang lama dan dari 14 paguyuban roda empat (R4) dan puluhan paguyuban roda dua (R2) akan terus menuntut. Tetapi, hal tersebut akan dimediasi kembali oleh pihak Pemerintah Daerah, Polres dan Dinas Perhubungan.

“Harapannya kembali ke poin-poin yang dulu sudah pernah kita rumuskan. Jadi poin yang kemarin itu gagal (tidak sepakat),” tegas Eko.

Menurut Eko saat penandatanganan deklarasi damai yang digelar di Mapolres Jember tersebut dianggap tidak mewakili para pengemudi angkutan daring atau online meski pada pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pengemudi angkutan online baik roda dua maupun roda empat.

“Ada perwakilan tapi tidak mewakili kita semua. Saat ini yang datang ada 14 paguyuban pengemudi roda empat dan puluhan paguyuban pengemudi roda dua meskipun yang hadir tidak semua,” lanjutnya.

“Jadi kita mau deklarasi yang ada dibekukan dan dirumuskan ulang dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait terutama driver yang ada di Jember,” terang Eko.

Hal senada disampaikan oleh Ardiansyah dari Persatuan Go Jek Indonesia, pihaknya meminta adanya pertemuan ulang dengan pimpinan Jember untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“ Kami minta ada campur tangan dari Bupati selaku pimpinan pemerintah kabupaten Jember untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Ardiansyah.

Sementara itu Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo membenarkan adanya penolakan atas deklarasi yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kawan-kawan pengemudi roda dua dan roda empat menyampaikan ketidak setujuannya dengan deklarasi yang telah dilakukan kemarin dengan alasan karena tidak melibatkan perwakilan mereka dan meminta untuk dirumuskan ulang, “ kata AKBP Kusworo Wibowo.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Jember Tak Hanya JFC, DWJ Inisiasi Free City Tour
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda