UniqMag

PT KLJ Bantah Cemari Air PDAM Kubar

berita terkini
Manager Humas PT KLJ, Dedi Hermawan saat beri keterangan di ruang kerjanya

KUTAI BARAT, (suaraindonesia.co.id) – Manager Humas PT Kruing Lestari Jaya (KLJ) Dedi Hermawan, membantah  tudingan masyarakat yang ditindak lanjut oleh Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melakukan sidak belum ini, terkait dugaan pencemaran limbah Crude Palm Oil (CPO) yang mengalir ke terminal utama instalasi pengolahan air bersih milik PDAM PT Tirta Sendawar.

Menurut Dedi, selain perusahaanya telah menerapkan teknologi canggih, pengelolaan limbah juga sesuai Standard Operating Procedure (SOP), untuk penerimaan CPO di Bulking Station Melak.

“Tudingan masyarakat dan apa yang diberitakan itu tidak benar, karena yang beroperasi disini bukan hanya PT KLJ saja, melainkan ada perusahaan lainnya yang beroperasi di hilir kita, dan selama perusahaan kita beroperasi kita telah memiliki ijin dokumen seperti bulking atau tarsus ini sangat lengkap,  sehingga kita bekerja sesuai SOP,” ungkap Dedi saat dikonfirmasi media ini Kamis (9/8/2018).

Menyangkut izin, dijelaskan dia, PT KLJ telah memilik izin pembangunan dan pengoperasian terminal khusus perkebunan kelapa sawit yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Nomor BX-449/PP 008.

”PT KLJ mengoperasikan fasilitas dermaga sesuai keputusan Kemenhub Nomor 331 tahun 2017, tanggal 13 Maret 2017 tentang penetapan lokasi terminal khusus di Kampung Sendawar/Karang Rejo, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar,” jelas Dedi sambil memperlihatkan gumpalan izin dokumen PT KLJ.

Sebelumnya PT KLJ telah memiliki izin lingkungan kegiatan pembangunan Bulking dan terminal untuk kepentingan sendiri atau (TUSK) CPO/PK seluas 11,7 hektare di Kampung Sendawar, berdasarkan Keputusan Bupati Kutai Barat Nomor 668.1/K.725/2013.

“Bahwa PT KLJ telah lama memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Jadi semua tudingan dan dugaan adanya pencemaran CPO serta PT KLJ tidak memiliki izin tersebut tidak benar, dan itu semua telah kita meliki,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menegaskan, terkait masalah komplainnya masyarakat tentang adanya pencemaran limbah CPO milik perusahaannya, menurutnya sangat tidak beralasan, lantaran rutinnya pengawasan limbah dan pelaporannya ke instansi terkait.

"Berdasarkan pengamatan, dugaan kami bisa saja pencemaran itu dilakukan dari perusahaan lainnya. Karena yang beroperasi disini bukan hanya PT KLJ saja, melainkan ada perusahaan lainnya yang juga bergerak di perkebunan kelapa sawit,” pungkasnya.

Reporter : Nur A
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Delegasi MIKTA Kagumi Desa Wisata Petingsari Sleman
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda