UniqMag

Dua Santri Asal Thailand dan Wanita Jerman Diamankan Imigrasi Jember

berita terkini
Dua orang santri yang berkewarganegaraan Thailand (dua orang di sebelah kanan) saat diamankan di Kantor Imigrasi Jember.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Tim pengawasan orang asing (Pora) berhasil mengamankan 3 warga negara asing (WNA) yang melanggar batas izin tinggal dan tidak melengkapi dokumen dengan lengkap. Ketiga WNA tersebut terancam akan segera dideportasi ke negara asalnya.

Ironisnya dua WNA yang diamankan adalah santri di Ponpes Walisongo Situbondo. Keduanya berasal dari Thailand. Sedangkan seorang  lagi wanita WN Jerman. Ketiganya akan dideportasi pada hari Senin (13/8) mendatang.

 “Dua pria WNA asal Thailand bernama, Kusoi Kuna dan Al-Imron Sa Mae, kemudian seorang wanita warga negara Jerman Daniela Hempel,” ujar Kartana, Jumat (10/8).

Lebih jauh Kartana menjelaskan, dua orang pria WNA Thailand itu datang ke Indonesia secara legal 12 Juli 2017 melalui Bandara Internasional Juanda menggunakan visa kunjungan.

“Namun selama tinggal di Indonesia, berada di Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo untuk mengikuti kegiatan pendidikan. Namun saat tiba di pondok, keduanya menyerahkan dokumen paspornya kepada pengasuh pondok, sehingga tidak tahu jika izin tinggalnya berakhir,” terangnya.

“Kedua orang Thailand ini diketahui overstay (melebihi izin tinggal) selama 327 hari,” sambungnya.

Sedangkan Daniela Hempel datang ke Indonesia melalui Bandara Juanda juga, tanggal 27 Juni 2017, dengan menggunakan visa kunjungan. Warga negara Jerman ini diamankan tim Pora, saat berada di kediamannya yang berada di Licin, Kabupaten Banyuwangi.

“Dia di sana mengelola tempat wisata rumah pohon bernama ‘Ijen Shelter’ yang disewakan kepada wisatawan lokal dan asing, namun berkunjung ke Indonesia dengan visa kunjungan,” ujar Kartana.

Ketiga WNA ini menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember Kartana ditangkap karena  melanggar izin tinggal 60 hari. Mereka melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, dengan melewati batas izin.

Tidak hanya melanggar batas ijin tinggal di Indonesia WNA Jerman tersebut selama ini bekerjan layaknya seorang investor, sehingga dapat membahayakan keamanan dan ketertiban umum, serta melanggar Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Sehingga juga dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi dan pencekalan,” pungkasnya.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pesan Jaga Lingkungan, Mahasiswa Unmul Tanam 1.000 Pohon Magrove di Bontang
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda