SUARA INDONESIA

Kita Dibohongi Oleh Pelajaran Sekolah? Benarkah Belanda Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun?

Ambang Hari Laksono - 04 August 2022 | 14:08
Artikel Kita Dibohongi Oleh Pelajaran Sekolah? Benarkah Belanda Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun?

SUARA INDONESIA - Pada momen hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, Anda pasti pernah mendengar atau membaca artikel baik di internet maupun di buku pelajaran bahwa negara kita Indonesia dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Sayangnya, sejarah semacam ini tidak pernah dijelaskan secara rinci.

Hei, tahukah Anda kapan Belanda menjajah Indonesia dan kapan penjajahan itu benar-benar berakhir ketika dikatakan "350 tahun penjajahan"? Oke langsung saja ke pembahasan utamanya, yuk!

Jadi, sekitar dua abad yang lalu, hampir semua negara di dunia dijajah oleh kolonialisme atau penjajahan dari negara-negara Eropa. Misalnya, Kerajaan Inggris pada waktu itu, mereka memiliki koloni di lima benua. Bahkan lebih lama lagi, dunia pernah dibagi menjadi dua kekuatan melalui Perjanjian Tordesillas.

Mengapa orang Eropa melakukan itu? Salah satu tujuannya adalah mencari dan memperdagangkan rempah-rempah, sesuatu yang mahal dan banyak dicari di Eropa. Maklum, di Eropa sulit menemukan rempah-rempah yang bisa membuat masakan lebih enak.

Mereka kemudian melakukan ekspedisi keliling dunia untuk mencari rempah-rempah tersebut, dan kemudian membawanya ke negara mereka. Sayangnya, dalam prosesnya, banyak negara yang menjadi korban penjajahan tenggelam dalam kemiskinan, perang saudara, dan bahkan penderitaan.

Indonesia dikatakan telah dijajah selama 350 tahun. Namun, percaya atau tidak, itu sebenarnya hanya mitos lho. Menurut Historia.id, memang benar bapak pendiri bangsa kita, Ir. Sukarno, pernah berkata, "Indonesia dijajah selama 350 tahun!"

Meski begitu, ucapan Bung Karno itu hanya untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia pasca proklamasi.

Kata-kata Bung Karno itu tak lain untuk membalas perkataan penguasa Hindia Belanda salah satunya adalah Bonifacius Cornelis de Jonge yang dengan angkuh sempat bercanda, “Belanda sudah memerintah selama 300 tahun dan masih akan memerintah selama 300 tahun lagi! "

Dalam buku Bukan 350 Tahun Kolonialisme yang ditulis oleh Prof. Mr. G. J. Resink, seorang sejarawan keturunan Belanda, juga membantah bahwa Indonesia telah dijajah Belanda selama 350 tahun. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya, Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Kita kembali ke masa lalu, sepertinya menarik untuk melihat apa yang terjadi 350 tahun sebelum Indonesia merdeka. Setuju? Saya setuju!

Semua berawal pada tahun 1511, ketika Portugis berhasil menguasai Malaka yang saat itu merupakan emporium (pusat perdagangan) penghubung perdagangan dari India dan Cina. Menguasai Malaka membuat Portugis berhasil menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah di sana.

Setahun kemudian, pelaut Portugis Afonso de Albuquerque mengirim armada rempah-rempah asal ke Maluku, tepatnya di Ternate. Di sana, Portugis membangun benteng untuk memperkuat posisi mereka dan sempat memperluas pendudukan mereka ke bagian timur pulau Timor.

Selama di Nusantara, bangsa Portugis banyak meninggalkan jejak keberadaan mereka, beberapa di antaranya masih bertahan hingga saat ini, lho.

Meski begitu, Portugis tidak bertahan lama di sana. Pada tahun 1575, Portugis memutuskan untuk meninggalkan Nusantara untuk berdagang di Cina. Hal itu dilakukan karena Portugis menganggap terlalu banyak persaingan dagang di Nusantara. Selain itu, menurut mereka, nusantara terlalu luas.

Nah, kapan Belanda tiba di Nusantara? Jika dihitung dari tahun kemerdekaan Indonesia yaitu 1945 terus dikurangi 350 tahun, berarti seharusnya Belanda sudah tiba di Indonesia pada tahun 1595. Namun nyatanya pada tahun itu tidak ada orang Belanda yang datang. di nusantara. Kerajaan-kerajaan di Nusantara masih tenang.

Kedatangan Belanda ke Nusantara baru terjadi pada tanggal 22 Juni 1596, dimana saat itu total ada empat kapal Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Mereka berhasil berlabuh di Pelabuhan Banten.

Apakah ini awal penjajahan Belanda di Nusantara? Eits, perlu diketahui, saat itu ekspedisi yang dipimpin Cornelis de Houtman tidak dimaksudkan untuk menjajah. Mereka datang untuk berdagang seperti Portugis dan sama sekali tidak mewakili negara Belanda. Kedatangan de Houtman dan kawan-kawan saat itu juga ditolak oleh penguasa Banten karena de Houtman dianggap sombong.

Mereka diusir. Meski begitu, de Houtman dan rekan-rekannya cukup berjasa dalam membuka jalur ekspedisi Belanda ke Nusantara yang selama ini dirahasiakan oleh Portugis.

Dua tahun kemudian, sekitar Mei 1598, ekspedisi Belanda lainnya tiba di Banten. Ekspedisi yang dipimpin oleh Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwjick ini berhasil mendapatkan simpati para penguasa Banten, sehingga diperbolehkan berdagang. Ekspedisi mereka masih belum bertujuan untuk menjajah dan masih belum mewakili negara Belanda.

Beberapa bulan telah berlalu, perdagangan di perairan nusantara semakin ramai. Hal ini juga menyebabkan konflik antara pedagang Belanda dan dengan pedagang Portugis bahkan Inggris. Inilah yang menjadi masalah dengan pendirian serikat buruh yang disebut Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Pada titik ini, VOC lagi-lagi tidak mewakili Belanda. Mereka hanyalah perusahaan dagang yang telah diberikan izin yang dikenal dengan nama "Octooi Rights" oleh pemerintah Belanda untuk melakukan diplomasi perang jika perlu di Asia untuk merebut wilayah yang dianggap strategis bagi perdagangan mereka.

Peran VOC saat itu hanya sebatas memonopoli perdagangan di Nusantara. VOC tidak menguasai daerah perdagangannya bahkan sejengkal pun. Raja-raja di Nusantara saat itu masih berkuasa penuh untuk menguasai daerahnya.

Keberadaan VOC tidak bertahan lama di Nusantara. Menurut Tirto.id, pada tahun 1799, VOC dibubarkan karena korupsi yang parah, dari para jenderal sampai ke akar-akarnya. Pemerintah Belanda kemudian menyita seluruh aset VOC untuk membayar utang-utangnya yang berjumlah 219 juta gulden, termasuk mengambil alih wilayah-wilayah yang dikuasainya di Nusantara.

Lantas, kapan sebenarnya Belanda menjajah Indonesia?

Menurut ArsipIndonesia.com, VOC yang dibubarkan kemudian diganti dengan sistem Belanda menjadi daerah otonom yang dikenal dengan Hindia Belanda atau Hindia Belanda, yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Hindia Belanda, di bawah pimpinan Gubernur- Umum. Sejak tahun 1800, Hindia Belanda berusaha memperluas kekuasaannya di Nusantara melalui kolonialisme.

Namun, tentu saja tidak mudah untuk mereka lakukan. Berbagai perlawanan terhadap Hindia Belanda terjadi di Nusantara dari tahun 1800 sampai 1912.

Maka baru pada tahun 1912 Belanda benar-benar mampu menguasai seluruh wilayah yang kemudian menjadi wilayah Indonesia (kecuali Timor Timur karena Portugis berkuasa di sana). Berdasarkan itu, kita dapat menghitung berapa lama Indonesia sebenarnya dijajah oleh Belanda.

Jika awal penjajahan dihitung dari awal berdirinya VOC pada tahun 1602, ditambah 350, Indonesia seharusnya baru merdeka pada tahun 1952. Jika dihitung pada tahun 1800 ketika pemerintah Belanda mengambil alih VOC yang bangkrut dan mengubahnya menjadi milik Belanda. Hindia Timur, Indonesia baru merdeka pada tahun 2150 (sekarang saatnya Anda kembali). baca artikel ini kita masih terjajah).

Atau jika dihitung sebelumnya ketika pasukan Cornelis de Houtman pertama kali datang ke Nusantara pada tahun 1596, seharusnya Indonesia baru merdeka pada tahun 1946, padahal Belanda sendiri menjajah kita sampai tahun 1942 sebelum akhirnya Inggris datang dan setelah itu Jepang menjajah kita dari tahun 1942 sampai tahun 1945.

Tidak ada yang tahu pasti dari mana angka 350 tahun itu berasal. Sayangnya, hal yang salah ini masih terus dipelajari dan bahkan diyakini oleh bangsa kita hingga saat ini.

Dari artikel panjang ini, bukan berarti kita harus berasumsi bahwa kekejaman kolonialisme Belanda terhadap Nusantara tidak pernah ada, melainkan fakta bahwa Belanda tidak pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun harus disorot. Karena nyatanya, Belandalah yang membutuhkan waktu lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan Nusantara.

Kalaupun mau disebut “Indonesia yang dijajah Belanda”, itu hanya terjadi selama tiga tahun, yaitu pada peristiwa agresi militer Belanda tahun 1945-1947 terhadap negara Indonesia yang berdaulat.

Sebelum tahun 1945, secara de facto dan de jure Indonesia belum ada. Daerah yang sekarang disebut Indonesia sebelum tahun 1945 hanya dikenal sebagai Hindia Belanda, yang berarti "India milik Belanda". Dan jauh sebelum ada nama untuk Hindia Belanda, Indonesia sudah dikenal dengan nama Nusantara. Negara Kesatuan Republik Indonesia sendiri baru terbentuk sejak diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pewarta : Ambang Hari Laksono
Editor : Ambang Hari Laksono

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya