SUARA INDONESIA

Gus Dur di Mata Sahabat, Jaya Suprana: Mengharukan, Luhur, Jenaka, dan Pemikirannya Mirip Socrates

Haerul Anwar - 03 September 2022 | 17:09
Artikel Gus Dur di Mata Sahabat, Jaya Suprana: Mengharukan, Luhur, Jenaka, dan Pemikirannya Mirip Socrates

SUARA INDONESIA - Gus Dur oleh banyak kalangan, lebih-lebih di mata sahabat dikenal sebagai sosok yang mengharukan, luhur, dan jenaka.

Dalam sebuah wawancara di televisi nasional, sahabat Gus Dur Jaya Suprana diminta untuk menggambarkan satu kata untuk presiden ke-3 RI tersebut.

“Satu kata yang bisa menggambarkan seorang Gus Dur, mengharukan. Orang selalu menganggap Gus Dur itu kan lucu, jenaka. Itu hanya permukaannya saja”, ungkapnya.

Jaya Suprana memperjelas bahwa walaupun Gus Dur Jenaka tetapi di dalam dirinya berdenyut satu hati yang sangat luhur dan sangat mulia.

“Saya tau itu, karena saya beruntung waktu beliau jadi presiden. Itu Setiap pagi, saya mendampingi jalan kaki. Itu biasanya beliau mulai Jam 05.00 pagi”, tambahnya.

Dikisahkan, saat pertama kali Jaya Suprana mendampingi Gus Dur jalan kaki di istana negara, ia mengaku bahwa waktu itu masih rajin. Sebab, Jam 05.00 pagi, ia sudah datang.

Namun pada hari kedua, Jaya Suprana mulai datang Jam 05.10. Begitupun hari ketiga semakin siang, Jam 05.15, kemudian berikutnya baru datang Jam 05.30.

Lama kelamaan, Jaya Suprana malah menunggu Gus Dur jalan kaki dulu, kemudian ia baru menemaninya.

Jaya Suprana beralasan bahwa keterlambatannya tersebut bukan sesuatu yang fatal.

Sebab baginya, yang penting adalah ia bisa bersama Gus Dur. Dan juga bisa memperoleh makan pagi dari pelayan istana.

“Makan pagi itu, di samping makanannya enak, saya juga banyak belajar. Beliau ini seseorang yang hatinya sangat Luhur”, tandasnya.

Dari kebersamaannya dengan Gus Dur, Jaya Suprana mengaku bahwa presiden ke-3 RI tersebut mengajarkan banyak hal.

Salah satu yang diajarkan Gus Dur bahwa di atas politik itu masih ada kemanusiaan.

Ajaran tersebut memberikan keyakinan bagi Jaya Suprana, Gus Dur memang benar-benar seorang Humanis.

Bahkan dalam sebuah tulisannya, Gus Dur pernah disamakan dengan Socrates, filsuf Yunani yang sangat dipuja-puja dan memiliki hati seperti Gus Dur.

Socrates mempunyai pemikiran yang mendahului zamannya sehingga dmia dihukum mati oleh orang-orang Atena (Yunani) dengan cara meminum racun.

Hal itu dilakukan oleh kelompok-kelompok Atena karena mereka tidak mengerti pemikiran Socrates.

Begitu juga dengan Gus Dur, ia pemikirannya sangat jauh ke depan. Ibarat sebuah kereta, ia adalah kereta expres sedangkan masyarakatnya masih ibarat kereta konvensional.

Karena pemikirannya itulah, Gus Dur mengalami tiga kali percobaan pembunuhan, yang salah satunya dilakukan oleh Soeharto dengan alasan politis.

Percobaan pembunuhan dilakukan tentu karena Gus Dur selalu melawan pada pemerintahan soeharto saat itu.

Namun yang paling nyata adalah beliau berhasil dilengserkan dari kursi presiden oleh musuh-musuh politiknya.

Gus Dur dan Socrates sama sama memiliki pemikiran yang rata rata orang sulit untuk memahaminya. Sebab keduanya sama sama melampaui zaman.

Jaya Suprana juga mengenal Gus Dur sebagai tokoh yang banyak lelucon.

“Setiap ketemu Gus Dur, leluconnya ya Gus Dur itu sendiri. Lelucon Gus Dur banyak sekali. Saya pernah menulis lelucon Gus Dur sampai putus asa karena terlalu banyak. Kalau dibukukan mungkin sangat tebal sekali, bisa berjilid-jilid”, jelasnya.

Bagi Jaya Suprana, lelucon Gus Dur sangat lucu tetapi mengandung makna yang mendalam.

Ia mencontohkan salah satu lelucon Gus Dur yang paling lucu adalah tentang Amien Rais.

Menurut ia, hubungan Gus Dur dengan Amien Rais seperti Tom & Jerry. Jika lama tidak bertemu terasa kangen.

Akan tetapi, jika ketemu malah berkelahi. Jadi, Gus Dur dikatakan paling senang mengganggu Amien Rais.



Pewarta : Haerul Anwar
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV