SUARA INDONESIA

Berdekatan dengan Ritel Moderen, Toko Kelontong di Bondowoso Pendapatannya Menurun

Bahrullah - 26 March 2021 | 14:03
Ekonomi Berdekatan dengan Ritel Moderen, Toko Kelontong di Bondowoso Pendapatannya Menurun

BONDOWOSO - Ashari (70), pedagang kelontong yang lokasi warungnya berdekatan dengan salah satu Ritel moderen berjejaring di Jalan KH. Asyari, mengaku pendapatannya menurun.

Ashari menerangkan, sejak berdirinya toko moderen di samping rumahnya, pendapatan sehari-hari toko miliknya turun drastis. Bahkan, usaha dagangannya hampir mati.

"Dalam sehari biasanya saya mendapat uang paling sedikit Rp 500 ribu, namun saat ini semenjak bersebelahan dengan Ritel modern untuk mendapat uang Rp 100 ribu saja itu sangat sulit," ungkapkan pada media, Kamis (25/03/2021).

Ashari mengungkapkan, sebelum bersebelahan dengan Ritel modern tokonya sangat rame, namun kini sehari-hari hanya melayani pembelian rokok dan gas elpiji 3 kg.

"Saat ini para pembeli yang biasanya membeli kebutuhan pokok sehari-hari di warungnya saya, kini sudah pindah ke toko sebelah (Retel Modern)," ujarnya.

Pemilik toko kelontong yang jarak tokonya tidak sampai 50 meter itu mengaku, dulu saja masih 1000 meter sudah merasakan efeknya. Apalagi hanya berjarak 50 meter.

Dia mengatakan, tidak akan pernah setuju jika jarak tersebut dipangkas dalam Perda 5 Tahun 2020 dari semula 1000 meter menjadi 50 meter.

Perda yang melenceng dari Naskah Akademik (NA) itu, kata Ashari justru akan mengancam keberadaan toko tradisional, bahkan dapat mematikan usaha toko tradisional.

"Soal adanya Perda yang memangkas jarak menjadi 50 meter itu saya nggak setuju sama sekali. Alasannya, kayak sabun mandi, sabun cuci, sampo, sikat gigi nggak laku sejak adanya Ritel modern ini," jelas Ashari saat ditemui di rumahnya.

Sementara, Irwan Bachtiar Rahmat Wabup Bupati Bondowoso menyampaikan, bahwa hadirnya Alfamart di Bondowoso tidak akan mematikan toko kelontong atau toko tradisional sekitar.

"Sudah ada 130 yang diberikan pembinaan oleh Alfamart dan bukan hanya manajemen ya yang dibantu. Tapi akan dilakukan makeover. Toko ya yang kumuh akan dibangunkan menggunakan CSR," ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup Irwan menjelaskan, jika toko swalayan akan memberdayakan toko-toko di sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Yakni dengan memberikan pembinaan kepada toko sekitar lewat program khusus.

Menurutnya, Alfamart sangat terbuka bagi produk-produk lokal untuk bisa dipasarkan lewat toko-toko Alfamart.

"Tentunya ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seperti izin PIRT, sertifikat halal, dan sebagainya," pungkasnya.

“Ini yang kita coba bagikan kepada peserta pelatihan. Agar mereka mengetahui apa saja ketentuannya,” ujarnya.

Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menambahkan, soal perda saat ini tinggal bagaimana pemerintah mensosialisasikan pada masyarakat.

"Artinya, kekhawatiran pedagang kecil adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Pada waktu Perda nomor 3 saja sudah terjadi seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, para investor atau pemilik modal dalam membangun toko telah menggunakan studi kelayakan, daya beli dan kultur masyarakat. Sehingga yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini bukan hanya jarak.

" Di pasal 53 sudah jelas bahwa toko kelontong bisa belanja di toko modern dengan harga grosir. Kalau toko modern jualnya lebih mahal dari toko kelontong, maka ini sebenarnya iklan gratis," katanya.

Namun, jika harga jual di toko modern lebih murah dari toko tradisional maka mereka bisa kulakan di toko modern. " Kan tidak semua yang dijual toko modern dijual toko kelontong, " lanjutnya.

Selain itu, toko tradisional bisa menyertakan modal di toko modern di bawah 50 persen. Setiap toko modern juga wajib menyiapkan etalase yang menjual produk lokal sebanyak 20 persen.

" Artinya ini keuntungan bagi home industri. Untuk bagaimana menjual barang produksinya di toko modern. Tidak perlu mereka bikin toko, bikin etalase," tutupnya.

Pewarta : Bahrullah
Editor : Junaidi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV