SUARA INDONESIA

10 BUMN Klaster Infrastruktur Dirikan Research Institute dan Learning Institute

Syaifuddin Anam - 01 July 2021 | 19:07
Ekonomi 10 BUMN Klaster Infrastruktur Dirikan Research Institute dan Learning Institute

GRESIK – Sebanyak sepuluh perusahaan BUMN klaster infrastruktur bersinergi mendirikan Indonesia Infrastructure Research & Innovation Institute (I2RI) dan Indonesia Infrastructure Learning Institute (I2LI).

Research Institute merupakan wadah pelaksanaan riset dan inovasi yang bersifat teknikal sesuai kebutuhan klaster BUMN, serta berfungsi merumuskan kebijakan, strategi, standarisasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan riset dan inovasi di dalam fokus area dan sub area dalam klaster.

Pembentukan dua institut ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-1/MBU/02/2021 tentang transformasi fungsi learning center/corporate university, research center, dan innovation center Badan Usaha Milik Negara.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembentukan Indonesia Infrastructure Research & Innovation Institute (I2RI) dan Indonesia Infrastructure Learning Institute (I2LI) diharapkan menjadi wadah bagi BUMN untuk menciptakan world class leader and talent, menciptakan world class management practices, mengadopsi digital dan teknologi, serta meningkatkan innovation capability dari semua talent yang dimiliki BUMN khususnya klaster infrastruktur.

Untuk meningkatkan kapabilitas dari talent yang dimiliki BUMN klaster infrastruktur, diperlukan optimalisasi fungsi learning, research dan innovation. Ketiga fungsi tersebut saat ini belum dikelola secara sistematis dan sinergi. Maka, diperlukan wadah untuk membangun standarisasi yang terpola.

“Harapannya dengan sinergi dan sentralisasi akan terbangun innovation, learning dan research institute yang kuat dengan resources yang besar dan bisa berspesialisasi di berbagai bidang research innovation lebih spesifik,” ujar Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (1/7/2021).

Pihaknya berharap, semua BUMN klaster infrastruktur dapat berperan aktif mendukung I2RI dan I2LI dengan menyumbangkan ide dan gagasan yang dapat mendukung pembelajaran.

“Kami meminta setelah launching ini agar ada talent yang dikhususkan untuk mendukung research institute (I2RI & I2LI) dan benar-benar melakukan ini secara full time dan berfokus pada teknologi tepat guna yang bisa diterapkan di masa mendatang,” katanya. 

“Inisiatif I2RI dan I2LI diharapkan dapat mendukung penguatan budaya untuk keberlangsungan usaha dan inovasi. Dengan semakin kompeten dan profesional kita (BUMN) memiliki potensi untuk memajukan pembangunan infrastruktur di negara ini secara sehat dan berkelanjutan,” imbuhnya. 

Sementara, Direktur Engineering & Project SIG, Tri Abdisatrijo menambahkan, sebelumnya SIG ditunjuk sebagai koordinator Indonesia Cement Research Institute (ICRI). Sekarang SIG sebagai koordinator I2RI yang beranggotakan 10 BUMN.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas penugasan ini. Kami percaya seluruh member BUMN klaster infrastruktur dalam I2RI pun memiliki komitmen yang tinggi dalam menyukseskan objective dan purpose dari I2RI,” ungkapnya.

I2RI bersama dengan Institute-Institute lainnya akan mendukung mewujudkan BUMN Center of Excellence. Sehingga, daya saing BUMN menjadi semakin kuat dan menjadikan BUMN unggul di kancah global, tentunya dengan AKHLAK sebagai core valuesnya.

Tri Abdisatrijo menyampaikan bahwa dibutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh stakeholders sehingga dapat mewujudkan misi I2RI dalam mensinergikan riset, meningkatkan kapasitas peneliti, serta meningkatkan budaya inovasi untuk menjadikan I2RI sebagai pusat riset dan inovasi building material & construction terbaik di Indonesia dan menciptakan ekosistem yang menghasilkan added value bagi BUMN klaster Infrastruktur.

Diketahui, ke sepuluh perusahaan BUMN tersebut diantaranya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG),  (PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Perum Perumnas dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Pewarta : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya