SUARA INDONESIA

Suramadu Disekat, Harga Garam di Probolinggo Melonjak

Lutfi Hidayat - 24 July 2021 | 14:07
Ekonomi Suramadu Disekat, Harga Garam di Probolinggo Melonjak

MADURA - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak hanya berdampak negatif. Ada juga yang positif. Salah satunya pada tata niaga garam di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.

Suparyono, seorang petambak garam asal Kabupaten Probolinggo mengaku PPKM cukup berdampak positif pada usaha garam kristal atau garam krosok miliknya.

"Semenjak Suramadu (Madura) disekat karena PPKM, harga jual garam krosok di Probolinggo mulai naik," tutur Suparyono kepada suaraindonesia.co.id, Sabtu (24/7/2021).

Kondisi ini menjadi angin segar. Sebab, sejak akhir tahun lalu, harga garam di tingkat petambak sangat rendah, yakni antara Rp 300 - Rp 500 per kilogram.

"Semenjak PPKM, harga garam lokal di sini ikut terdongkrak ke harga Rp 750 per kilogram," sebut warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan tersebut.

Sedikit tersumbatnya bisnis garam asal Madura membuat petambak garam Probolinggo leluasa ekspansi pasar ke wilayah Tapal Kuda.

"Sebelum PPKM, wilayah-wilayah ini digerojok garam dari Madura. Sehingga garam kami sulit masuk ke sana," bebernya.

Supar sekarang bisa menjual garamnya ke Banyuwangi, Bondowoso, Jember hingga Lumajang. Harga jual di wilayah tersebut berkisar Rp 1.100 - Rp 1.300 per kilogram. 

"Kami kirim tiga hari sekali. Setiap pengiriman membawa 8 ton garam," sebutnya. 

Ia bisa menjual garamnya ke wilayah Tapal Kuda saat PPKM karena kendaraannya telah memiliki syarat melintas.

"Truk kami sudah tertempel stiker khusus sebagai kendaraan logistik garam. Jadi kami bisa melewati penyekatan saat PPKM," ungkapnya. (amj)

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Deni Ahmad Wijaya

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV