SUARA INDONESIA

Melihat Desa Pengrajin Tape Singkong di Tuban

Irqam - 20 November 2021 | 10:11
Ekonomi Melihat Desa Pengrajin Tape Singkong di Tuban

TUBAN - Pengrajin tape singkong di Desa Klutuk Kecamatan, Tambakboyo, Kabupaten Tuban, telah berjalan selama puluhan tahun.

Para pengrajin tape singkong mampu bertahan melewati pandemi Covid-19 karena berkat keuletan dan ketekunan untuk terus berinovasi. 

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan produk olahan singkong tersebut, mempunyai rasa manis dengan tekstur lembut membuat tape singkong banyak diminati pecinta kuliner yang berkunjung ke Tuban.

Adalah Sulimah (48), pemilik produk tape berlabel Sulimah Tape Singkong Manis salah satunya. Ia mengaku, mampu memproduksi tape singkong hingga 100 kilogram setiap harinya dengan omzet jutaan rupiah. 

Tak hanya itu, rumah yang sekaligus toko produk tape singkong hasil olahannya hampir tidak pernah sepi pembeli. Sekadar untuk dikonsumsi maupun diburu tengkulak untuk dijual kembali.


Sulimah Tape Singkong Manis sendiri dibandrol dengan harga 10 ribu per bungkus dalam kemasan besek, 4 ribu dalam kemasan mika plastik.

"Ada dari Kragan Jawa Tengah, yang dari daerah sekitar sini kebanyakan pedagang di pasar, pedagang keliling. Untuk penghasilan bisa 500 ribu dan kalau ramai seperti hari libur bisa mencapai 1,5 juta per hari," kata Sulimah kepada suaraindonesia.co.id, Sabtu (20/11/2021) pagi.

Untuk memenuhi bahan baku, lanjut Sulimah, mendapatkan dari para pengepul singkong dan para petani yang ada disekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, dalam proses produksi tape singkong dibutuhkan waktu dalam 2 hari dengan dibantu anak dan 4 orang pegawainya. Mulai pengupasan dan pencucian singkong.

"Namun untuk perebusan dan peragian saya lakukan sendiri," ucapnya.

Ditemui ditemui terpisah, perangkat desa setempat, Supono menjelaskan, bahwa ada 15 warga yang mempunyai UMKM dengan produk tape singkong di Desa Klutuk.

"Sebenarnya usaha tape disini merupakan usaha turun temurun, banyak warga yang buka usaha pembuatan tape. Tapi yang paling besar memang ibu Sulimah dengan nama Tape Sulimah kemudian Tape Asih milik ibu Asih," jelas Supono. 

Supono menyebut, pemerintah desa juga telah mengupayakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengembangkan potensi terhadap pelaku usaha tape di Desa Klutuk. 

"Sudah kita lakukan pembinaan bersama Diskoperindag. Para pelaku UMKM produk tape singkong kita dampingi untuk studi banding ke Bondowoso untuk belajar pembuatan sampai pengemasan menggunakan besek," tutup Supono. (yim/irq)

Pewarta : Irqam
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV