SUARA INDONESIA

Memprihatinkan, Seorang Guru di Ngawi Bersama 3 Anaknya Tinggal Seatap dengan Kambing

Ari Hermawan - 21 October 2021 | 17:10
Features Memprihatinkan, Seorang Guru di Ngawi Bersama 3 Anaknya Tinggal Seatap dengan Kambing

NGAWI - Sri Hartuti (42) seorang guru tidak tetap (GTT) yang sudah mengabdi selama 17 disalah satu sekolah di Kabupaten Ngawi kondisi rumahnya sangat memprihatinkan.

Warga Desa Pandean, Dusun Suren, Kecamatan Karanganyar ini setiap bulannya hanya dibayar Rp 350 ribu.

Tak hanya itu, rumah berlantai tanah dengan ukuran rumah 2,5 x6 meter ini juga berdiri di atas lahan milik Perhutani.

"Kami disini menumpang, tanah ini milik perhutani, kami membangun rumahpun seadanya, gaji hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan kambing itu harta tabungan yang kami miliki, kami jual jika ada kebutuhan mendadak, maaf kalau ada bau tak enak jika bertamu dirumah kami," ucapnya, Kamis (20/10/2021).

Sri Suharti mengatakan, meskipun keadaannya serba kekurangan, semangat untuk mengajar menjadi guru tidak tetap terus ia lakoni. Alasannya, dirinya tidak mau warga disekitarnya putus sekolah.

"Meskipun keadaan ekonomi saya juga rendah, saya harus tetap mengajar mereka, agar mereka tidak putus sekolah, saya selalu memberikan edukasi kepada anak-anak betapa pentingnya sekolah. Tidak jarang, keadaan saya yang selalu saya jadikan contoh untuk anak didik saya, agar mereka lebih bersemangat," terangnya. 

Sementara itu, Kades Pandean Agus Wiyono saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa Sri Suharti merupakan warganya.

Agus juga mengatakan, Sri Suharti merupakan sosok guru yang tak asing bagi warganya.

"Banyak murid beliau yang sukses, ada yang jadi Polri, TNI hingga pengusaha berkat perjuangan beliau. Desa sebetulnya sudah mendaftarkan agar beliau bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, tapi hingga kini belum ada kepastian," ujar Agus Wiyono.

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV