SUARA INDONESIA

Mahasiswa di Probolinggo Berburu Kerang Demi Sediakan Buku Bacaan Anak di Masa Pandemi

Rapelaziza Bangun Alamsyah - 10 November 2021 | 15:11
Feature Mahasiswa di Probolinggo Berburu Kerang Demi Sediakan Buku Bacaan Anak di Masa Pandemi

PROBOLINGGO - Minat literasi di sejumlah daerah hingga nasional masih sangat rendah.

Hal itu membuat seorang pemuda Muhammad Amir Hamzah, warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tergerak hati untuk meningkatkan minat baca tulis di daerahnya.

Mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut rela berkeliling kampung sambil membawa buku bacaan untuk anak-anak.

Amir Hamzah juga mendirikan rumah baca yang ditempatkan di Desa Poh Sangit Tengah, Kecamatan Wonomerto.

Di tempat itu pemuda berusia 22 tahun ini disambut baik oleh kalangan ibu untuk membantu anak-anak mereka mendapatkan buku bacaan.

Seluruh aktivitas literasi di rumah baca yang diberi nama cahaya tersebut gratis, siapapun boleh bergabung membaca bersama anak-anak lainnya.

"Kenapa rumah baca cahaya, saya harap buku-buku bacaan yang saya sediakan menjadi cahaya pengetahuan bagi anak-anak di desa," ungkapnya, Rabu (10/11/2021).

Pendirian rumah baca cahaya, sambung Amir untuk memfasilitasi anak-anak mendapatkan buku bacaan tanpa harus jauh-jauh pergi ke perpustakaan daerah.

Sebab akses menuju perpustakaan daerah dari desa terpencil cukup jauh sementara signal seluler untuk pembelajaran daring cukup sulit.

Alasan tersebut membuatnya meluangkan waktu mengantarkan buku-buku bacaan ke desa tersebut, hal itu dilakukannya dua hingga tiga kali dalam sepekan.

"Kita tahu dari desa ke perpustakaan kota jaraknya jauh, jadi kita hadirkan di sini buku-buku bacaan itu. Sedangkan signal handphone untuk pembelajaran daring kan juga sulit di sini, jadi daripada anak-anak hanya bermain, lebih baik sambil membaca," imbuhnya sambil merapikan buku bacaan anak-anak.

Bagi anak-anak Desa Poh Sangit Tengah kehadiran Amir selalu ditunggu-tunggu, jika relawan buku bacaan anak ini datang berarti akan banyak buku-buku yang dapat dinikmati anak dalam mengembangkan minat baca tulisnya.

Secara bebas anak-anak dapat memilih buku bacaan sesuai dengan usia dan perkembangannya, tidak hanya bisa meminjam buku bacaan Amir juga ikut mmberikan bimbingan terkait buku bacaan yang dipilih anak-anak tersebut.

"Suka baca buku cerita, surat-surat pendek (Al Quran) sama komik. Kalau baca di sini ditemani cak Amir, dibelajarin (bimbing-red) juga," terang Herlin, anak kelompok rumah baca cahaya.

Sementara bagi orang tua di desa setempat keberadaan rumah baca cahaya dinilai sangat membantu dalam pemenuhan buku bacaan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak.

Seperti pengakuan Mutmainah, orang tua dari anak kelompok rumah baca tersebut menyatakan dirinya lebih semangat mendampingi anak-anak belajar.

Sebab kebutuhan pembelajaran khususnya baca tulis di sekolah untuk saat ini tidak bisa berjalan maksimal karena adanya pemberlakuan belajar daring dan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19.

"Saya juga semangat temani anak belajar di sini. Sekarang kan kalau dari sekolah daring gak bisa maksimal, jadi sepulang sekolah saya ajak anak ke sini biar baca bareng teman-temannya," tandasnya.

Seluruh proses belajar di rumah baca cahaya tersebut diupayakan selalu menerapkan protokol kesehatan, Amir juga mensosialisasikan kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya masker dalam melindungi diri dari paparan Covid-19.

Siapa menyangka jika hampir seluruh buku bacaan yang disediakan Amir Hamzah, dibelinya dari penjualan hasil berburu kerang dan ikan di pinggir pantai.

Rumahnya yang berdekatan dengan kawasan pesisir pantai dimanfaatkannya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dari hasil mencari kerang dan ikan.

Hal tersebut dilakukan pria pegiat literasi ini saat tidak sedangkan berkeliling kampung membawakan buku-buku bacaan untuk anak-anak.

Pewarta : Rapelaziza Bangun Alamsyah
Editor : Lutfi Hidayat

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV