SUARA INDONESIA

Mantan TKI di Tuban Sukses Budidaya Bonsai Beromzet Jutaan Rupiah

Irqam - 16 November 2021 | 14:11
Feature Mantan TKI di Tuban Sukses Budidaya Bonsai Beromzet Jutaan Rupiah

TUBAN - Sulitnya mencari pekerjaan selepas merantau sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri Sakura membuat Abdul Basith, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, harus memutar otak.

Pria berusia 27 tahun itu, memutuskan menggeluti usaha budidaya tanaman bonsai. Sebelumnya tak terbesit di benak Abdul, jika Ia harus berjibaku dengan tanaman hias.

Sebab, Abdul tak memiliki pengalaman dan ketertarikan di bidang tersebut. Namun berkat ketekunan serta keterampilan yang diajarkan sang mertua kini Ia mulai dapat menikmati pekerjaan barunya. 

"Dulu setelah menikah, rencana mau balik ke Jepang, tapi orang tua melarang, kemudian diajak belajar budidaya bonsai. Alhamdulillah sekarang bisa budidaya sendiri," kata Abdul, Selasa (16/11/2021).


Kini di lahan miliknya yang berukuran 8x24 meter terpampang puluhan tanaman hias berbagai bentuk dan ukuran, terdiri dari bonsai jenis mustam, serut, mangkok merah, elegan, asem dan beragam jenis bonsai yang lain. 

Tekstur dan kontur batang yang unik membuat nilai jual bonsai semakin tinggi, perpaduan antara seni dan alam seakan memikat para pecinta bonsai dan rela merogoh kocek dalam-dalam. 

Dalam satu bulan Abdul mengaku, mampu meraup omzet jutaan rupiah dari usahanya. Selain itu, bonsai miliknya dibandrol dengan harga berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 10 juta. 

"Harga sesuai dengan keunikan, lalu tingkat kesulitan dalam pembentukan. Awal buka usaha ini, bonsai jenis serut pernah laku 10 juta," tutur Abdul

Berkat kerja kerasnya, kini bisnisnya mulai dikenal para pecinta bonsai dari luar kota. Dan untuk memasarkan produknya, lanjut Abdul, memanfaatkan komunitas dan juga melalui marketplace. 

Sedangkan untuk bahan bakunya, dia memperoleh dari para pendongkel yang ada di wilayah Tuban. 

"Jualnya lewat komunitas bonsai, kebanyakan pembelinya dari Tuban tapi ada yang dari Bojonegoro, Kediri. Mereka tahunya dari media sosial," tandasnya. (yim/irq)

Pewarta : Irqam
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV