SUARA INDONESIA

Cerita Kosim, Korban Selamat dari Terjangan Lava dan Abu Panas Semeru

Abdus Syakur - 08 December 2021 | 17:12
Features Cerita Kosim, Korban Selamat dari Terjangan Lava dan Abu Panas Semeru

LUMAJANG - Mohammad Kosim (35) warga Desa Kajar Kuning, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terharu saat menerima sejumlah uang tunai dari Ketua PSHT Cabang Jember.

Dia memakai kaos merah bersarung merah mengenakan topi, terlihat lesu dengan tatapan kosong.

Matanya terlihat berkaca kaca dan tangannya gemetar, saat menerima amplop putih berisi uang tunai. 

Maklum saja Kosim masih trauma, atas kejadian musibah erupsi gunung yang menimpa tetangga dan keluarganya.

Diceritakan Kosim, bahwa saat kejadian dirinya sempat terjebak di dalam rumah bersama keluarga sambil berusaha bertahan dari guyuran hujan abu panas.

Sekira jam 03.00 WIB, Kosim lagi bersantai di ruang tamu. Tiba-tiba ada suara gemuruh dan langit mendadak petang. 

"Saya sudah Tidak bisa melihat apa-apa, seingat saya, anak saya pegang sama istri," ungkap Kosim menceritakan di hadapan wartawan dan para pendekar PSHT, Rabu (08/12/2021).

Tidak hanya itu, menurut Kosim, suara perempuan histeris banyak sekali manangis minta tolong.

"Saya harus bagaimana, mau tidak mau, saya harus menyelamatkan keluarga saya dulu," ucapnya lirih menambahkan.

Bapak dua orang anak ini mengaku sempat putus asa karena tingginya suhu panas dalam rumahnya.

"Saya serasa ada di dalam oven. Namun saya yakin Allah akan menyelamatkan saya. Saya dekap anak -anak saya. Kemudian ada kesempatan lari, meskipun kaki terasa panas , " tuturnya dengan nata nada gemetar.

Maklum saja, bagi seorang Kosim peristiwa itu masih membuat dirinya trauma dan merasa sangat ketakutan. Begitupun juga, kedua anak kecilnya.

Bagi seorang Kosim bantuan dari PSHT sangatlah berharga karena rumah dan isi perabotnya hancur di terjang abu panas muntahan gunung Semeru.

"Terimakasih para pendekar PSHT Jember. Tidak menyangka, kami akan dapat bantuan ini. Semoga ALLAH menggantikan semua," ucapnya.

Kosim adalah salah satu dari ribuan warga Lumajang dari terjangan lava dan abu panas.

Tidak seperti saudara dan tetangganya yang lain, yang ditakdirkan lebih dahulu menghadap sang kuasa.

"Saya diberikan waktu untuk bertaubat. Saya akan gunakan sebaik mungkin," tutup Kosim mengakhiri wawancara.

Pewarta : Abdus Syakur
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya