SUARA INDONESIA

Nurhadi Sang Guru Panutan, Jasamu Tak akan Terlupakan

Yuni Amalia - 06 January 2022 | 06:01
Features Nurhadi Sang Guru Panutan, Jasamu Tak akan Terlupakan

JEMBER - Terlihat seorang pria  memakai batik kopyah berkalungkan bunga, ditemani sang istri tercinta.

Namanya Nurhadi. Dia adalah salah seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suren 02, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dengan berbekal ijazah Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pria kelahiran Kecamatan Muncar Banyuwangi ini, berhasil menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kala itu.

Tidak hanya puas sampai disitu. Nurhadi juga sempat melanjutkan kuliahnya hingga bergelar sarjana pendidikan.

Selama berdinas, guru yang akrab disapa Pak Nur ini, setiap pagi harus menempuh 15 kilometer dari rumahnya Desa Sumbersalak dengan menggunakan motor.

Bagi Nurhadi, mengajar adalah profesi mulia dan bagian dari pekerjaan ibadah.

Apapun yang ditugaskan oleh kepala sekolah, tanpa mengeluh langsung dia kerjakan.

Bahkan, dirinya pernah ditugaskan merangkap sebagai guru olahraga karena kekurangan guru beberapa tahun silam.


Puluhan tahun dia mengajar, hingga menapaki usianya yang ke 60 dia habiskan mengabdi di SDN Suren 02.

Hari ini, Rabu (05/11/2022) bapak dua orang anak ini sudah memasuki purna tugas dan memasuki masa pensiun.

Pihak sekolah sengaja, menggelar acara perpisahan dengan menggelar pentas sederhana dengan pertunjukan siswa.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah dan guru. Banyak kenangan saya di sekolah ini dan itu tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya," ungkap Nurhadi saat memberikan sambutan dengan air mata berkaca-kaca.

Diiringi lamtunan sholawat dan lagu perpisahan, membuat para peserta yang hadir menangis haru.

Bagi masyarakat Suren Onjur, sosok Nurhadi adalah seorang guru senior panutan yang akrab dan membaur masyarakat.

Tidak heran, banyak siswa, guru seprofesi dan tokoh masyarakat, yang merasa kehilangan dengan guru yang satu ini.

"Bapak Nur, bukan hanya guru bagi kami. Tapi, juga seorang bapak yang sangat tegas dan bijaksana," ungkap salah seorang walimurid dengan berderai air mata.

Menurutnya, selama mengajar Pak Nur dicintai masyarakat dan terkenal tegas dan ramah.

"Sehingga kami sangat berat melepaskan beliau. Termasuk saya dulu adalah muridnya. Saya merasa kehilangan. Andai tetap bisa mengajar meskipun pensiun, kami masih berharap," paparnya.

Sementara Ketua PGRI Jember Supriyono, saat dikonfirmasi lewat pesan singkat mengucapkan selamat kepada Nurhadi yang sudah memasuki masa pensiun.

Menurut dia, walaupun guru tersebut sudah memasuki masa pensiun kemudian guru tersebut masih bersedia dan dikehendaki masyarakat untuk tetap mengabdi dipersilahkan.

"Silahkan. Pokoknya yang bersangkutan mau dan tidak ada masalah," tulisnya singkat.

Meski acara tersebut dilangsungkan sangat sederhana, namun pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pewarta : Yuni Amalia
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV