SUARA INDONESIA

Masjid Jami di Ponpes Tambak Beras Jombang, Pusat Penyebaran Agama Islam

Gono Dwi Santoso - 06 April 2022 | 18:04
Features Masjid Jami di Ponpes Tambak Beras Jombang, Pusat Penyebaran Agama Islam
JOMBANG -  Masjid Jami adalah masjid yang tertua di kompleks pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dimana masjid ini dulunya, menjadi pusat penyebaran agama Islam serta berkumpulnya para pejuang pada saat melawan penjajah Belanda di tahun 1942 - 1948 dibawah pimpinan KH Wahab Chasbullah. 

Saat memasuki area pondok pesantren, pengunjung akan disambut dengan suasana lalu lalang santri yang baru selesai menimba ilmu umum. 

Pada siang hari, sejumlah santri akan mdlakukan iktikaf dan mengaji di masjid, untuk menunggu datangnya waktu dzuhur. 

Ditemui di kediamannya KH Hasib Wahab mengatakan, masjid yang dibangun tahun 1910, menjadi salah satu bangunan tertua di Kabupaten Jember. 

"Dimana dulunya masjid Tambakberas ini , merupakan pusat penyebaran agama Islam dan menjadi markas para pejuang Indonesia saat melawan penjajah Belanda pada tahun 1942–1948 di bawah asuhan KH Wahab Chasbullah," tambahnya. 

Diketahui, K.H Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), menggunakan masjid ini untuk menyusun strategi perang melawan penjajah.Di menara masjid terukir empat huruf hijaiyah yaitu خ ر ت م yang dibaca Khuru Tamim atau 'kemerdekaan yang sempurna. 

"Ini sebagai simbol terusirnya para penjajah pada 1948 dan menjadi bukti kemerdekaan bangsa Indonesia yang diakui oleh sejumlah negara di dunia," terangnya. 

Menginjak masa KH Wahab Hasbullah, masjid induk tersebut dilakukan perbaikan sekitar tahun 1920, hingga lambat laun direnovasi menggunakan salah satu bagian dari bangunan pendopo. 

“Berdasarkan cerita yang saya pahami, saat itu pendopo mengalami kerusakan akibat di bombardir penjajahan Jepang. Namun, ada empat pilar yang masih kokoh," ungkapnya. 

Dibuat sayembara oleh Bupati yang memimpin saat itu, kemudian Mbah Wahab menyanggupi dan dibuatlah penyangga masjid induk atau masjid jami hingga sekarang. 

KH Hasib Wahab mengatakan, bentuk bangunan Masjid Tambakberas tidak berubah, termasuk bagian interior, sejak awal didirikannya. 

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum tersebut mengungkapkan, terjadinya momentum penting masjid tersebut pada masa penjajahan Belanda. 

"Yang paling penting dalam momentum ketika menyongsong keberangkatan menuju perang 10 November yang sangat bersejarah. Masjid digunakan sebagai tempat pengajian dan setiap malam digunakan untuk latihan pencak silat, bela diri oleh para pemuda dan pejuang waktu itu," ungkapnya. 

Dan sampai saat ini Masjid Jami Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menjadi saksi perjalanan para santri dalam menuntut ilmu di pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. (Gono/Will)

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya