SUARA INDONESIA

Omzet Penjualan Ketupat Desa Kayangan Turun 20 Persen

Gono Dwi Santoso - 06 May 2022 | 16:05
Features Omzet Penjualan Ketupat Desa Kayangan Turun 20 Persen

JOMBANG - Lebaran ketupat kurang lengkap jikalau tidak makan ketupat dan  lepet sayur opor. 

Makanan yang satu ini bisa disajikan dengan berbagi olahan masakan mulai, opor ayam, sate, rendang, serta gule dan cocok untuk makan bersama keluarga dirumah. 

Kendati demikian, saat ditemui di kediamannya Seger pembuat ketupat mengatakan, bahwa omzet penjualannya tahun ini menurun hingga 20 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Sebelumnya itu, permintaan banyak meskipun pandemi Covid-19, terangnya kepada media Suara Indonesia.co.id , Jumat (06/05/2022). 

Seger mengungkapkan, sebelumnya, dia cukup kewalahan membuat ketupat, hingga memutuskan untuk memperbantukan tetangga sekitar. 

"Untuk satu ketupat pembuatan nya di hargai Rp 100 rupiah," tambahnya. 

Namun, meskipun saat ini permintaan menurun,  dirinya tetap memproduksi ketupat ketupat dengan jumlah yang lebih sedikit. 

"Sekarang, sehari hanya bisa produksi ketupat 25 kg lebaran sebelumnya bisa sehari habis 1 kwintal," imbuhnya. 

Sementara untuk pemasaran produk ketupat, dilakukan di pasar Cukir Jombang. 

Dirinya menilai, naiknya bahan baku juga menjadi kendala usaha pembuatan ketupat yang digelutinya. 

"Alhamdulillah saya bersyukur, masih bisa eksis membuat ketupat. Meskipun permintaan ketupat di lebaran tahun ini  menurun 20 persen kami tetap eksis memproduksi ketupat buat lebaran," tandasnya. (Gono/Wil) 

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya