SUARA INDONESIA
Banner

IBI Kabupaten Malang Komitmen Turunkan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Stunting

KABUPATEN MALANG - Bupati Malang Sanusi membuka kegiatan Pembinaan Organisasi Profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Sosialisasi Penyelenggaraan Ijin Praktek Bidan Database dan KTA Online di Hall Singosari, Hotel Balava Malang, Kamis (17/09/2020).

Bupati Sanusi menyebut sosialisasi tersebut merupakan langkah strategis, sebagai bagian dari upaya dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi bidan dalam praktek mandiri.

"Mudah-mudahan langkah yang baik senantiasa diikuti komitmen dan semangat IBI untuk terus memajukan organisasi ini ke arah yang lebih baik, dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam rangka menyukseskan pelaksanaan berbagai program pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Malang," ungkap Sanusi.

Menurut Sanusi, keberadaan IBI sebagai organisasi profesi sekaligus ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak diragukan lagi.

Sebagai sebuah wadah yang mandiri, IBI telah menunjukkan eksistensinya ditengah-tengah masyarakat, dengan membantu pemerintah dalam menyukseskan agenda-agenda pembangunan daerah, khususnya terkait upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 

Di sisi lain, IBI juga dituntut harus mampu menjadi wadah berhimpun yang nyaman, serta memberikan kemanfaatan maksimal bagi para anggotanya. 

"Apalagi saat ini dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Malang mempunyai inovasi terobosan baru yakni KETAN IRENG yang mana tujuannya adalah untuk mempermudah proses administrasi kependudukan seperti kepengurusan akta kelahiran, e-ktp dan perubahan KK," bebernya.

Ia sangat mengapresiasi dan berharap agar pengurus IBI ke depan terus berupaya menjalankan program-program kreatif dan terus memfasilitasi kegiatan pengembangan keahlian dan keilmuan para bidan.

Sehingga nantinya bidan-bidan Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang akan memiliki daya saing tinggi dan siap untuk menghadapi tantangan ke depan yang akan semakin berat. 

"Terima kasih kepada keluarga besar IBI dan para bidan yang terhimpun didalamnya, yang senantiasa berkomitmen dan berkontribusi dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta angka Stunting di Kabupaten Malang," ujar Sanusi.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Malang Hj Endah Pujiati SST mengatakan kegiatan sosialisasi ini rutin dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.

"Karena urusan ijin praktik ini tidak hanya sebagai persyaratan sertifikat tetapi juga visitasi bidan yang akan melakukan praktik," ujar Endah.

Ia berharap setelah kegiatan berlangsung para ketua pengurus ranting IBI se Kabupaten malang bisa mensosialisasikan bagaimana cara mengurus SIPD (Surat Ijin Praktik Bidan Databse) dan berkomitmen menurunkan angka kematian.

"Dengan jumlah 1.700 orang bidan di Kabupaten Malang akan turut berkontribusi dan berkomitmen menurunkan AKI, AKB, dan stunting," tegasnya.

Apa Reaksi Anda?