SUARA INDONESIA

Jadi Jutawan dari Budidaya Madu Klanceng

Muhammad Nurul Yaqin - 10 July 2021 | 12:07
Kesehatan Jadi Jutawan dari Budidaya Madu Klanceng

YOGYAKARTA- Sugeng Apriyanto warga Dusun Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sukses membudidaya lebah madu jelis klanceng atau dikenal dengan nama lain madu trigona atau madu kelulut.

Usaha yang dikembangkan sejak 2005 itu sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sugeng menyampaikan melalui channel youtube yang diunggah cerita gunungkidul, jika usaha budidaya madu klanceng itu berawal dari iseng-iseng saja.

Namun tidak terduga, yang awalnya hanya coba-coba kini sudah jadi salah satu pengusaha sukses madu klanceng di wilayah setempat.

“Dulu kita hanya iseng iseng aja menemukan koloni lebah klanceng di samping rumahnya. Berawal dari situ kita kembangkan dalam rangka waktu itu sebatas konsumsi keluarga, karena madu ini bagus khasiatnya,” ucap Sugeng.

Singkat cerita, lambat laun setelah melalui proses yang panjang, usaha yang dikembangkan selama belasan tahun itu, kini sudah berkembang pesat. Bahkan sudah ada sekitar 3.500 lebih koloni lebah klanceng.

“Untuk madu klanceng yang dihasilkan tidak setiap bulan karena melihat musim bunga, bisa dua hingga tiga bulan dipanen,” sambungnya.

Dia menerangkan, karena sifatnya budidaya, dirinya harus menanam sendiri di sekitaran lokasi budidaya. Sehingga setiap bulannya bisa menghasilkan madu klanceng walaupun sedikit.

Menurutnya, cara perawatan budidaya madu klanceng ini juga  terbilang mudah, cukup menghindarkan dari panas matahari dan hujan.

“Cara perawatannya mudah, terpenting hindari dari sinar matahari dan hujan. Karena bahannya dari propolis atau getah pohon sehingga mudah meleleh, itu akan menyebabkan rusaknya sarang,” tambahnya.

Harga madu ini tergolong cukup mahal. Sugeng menyebut, dari hasil panen madu yang dihasilkan, dirinya menjual kisaran harga Rp 500 sampai Rp 600 ribu rupiah per liternya.

Sedangkan untuk peminatnya, madu ini sudah mulai dikenal kalangan masyarakat umum saat ini baru dikenal. Karena khasiatnya madu ini bagus, sudah mulai banyak masyarakat yang mengkonsumsinya.

“Alhamdulilah selama ini dalam pemasaran madu klanceng tidak terkendala, dan sekarang malah kekurangan khusus madu klanceng. Satu bulan antara 100 sampai 200 liter,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya