SUARA INDONESIA

PPNI Jember: Nakes Tanpa APD, Ibarat Tentara Perang Tanpa Senjata

Imam Hairon - 18 July 2021 | 22:07
Kesehatan PPNI Jember: Nakes Tanpa APD, Ibarat Tentara Perang Tanpa Senjata

JEMBER - Salah seorang pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jember, Jono Wasinuddin mengakui bahwa perjuangan tenaga kesehatan (Nakes) selama pandemi Covid-19 dalam dilema. 

Kata Jono, dalam sepekan terakhir para perawat harus berjuang mati-matian merawat pasien positif.

Namun di lapangan, sarana dan peralatan kesehatan masih sangat terbatas dan membahayakan keselamatan.

Anehnya lagi, kata Jono, mereka harus mengeluarkan anggaran sendiri untuk membeli alat pelindung diri (APD) agar tidak tertular.

"Dari Dinas Kesehatan Jember ada. Namun, jumlahnya terbatas. Itupun, banyak yang tidak dipakai, karena kualitas diragukan," bebernya, Minggu (18/07/2021).

Kata dia, banyak anggota PPNI yang semula sehat. Namun, karena kelelahan akibat kerja eskstra dan tidak dilengkapi APD memadai, ikut jatuh sakit.

"Boleh cek faktanya. Sukowono, Sumberjambe dan puskesmas lain. Banyak yang tumbang, sakit. Bahkan meninggal," paparnya.

Dirinya berharap, pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Jember, agar mencarikan jalan solusinya.

"Nakes tanpa APD, ibarat tentara perang tanpa senjata. Kalau dibiarkan, meraka akan kalah dan bisa mati," tegasnya.

Sementara salah seorang honorer perawat salah satu Puskesmas di Kabupaten Jember yang enggan disebutkan namanya, mengaku sempat stres selama musim pandemi.

"Bagaimana tidak stres, honor insentif mulai tahun 2020 macet sudah berapa bulan hingga hari ini. Japel, juga sama. Belum lagi, APD beli sendiri, harganya juga tidak murah," jelasnya dengan nada memelas.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menilai, perlakukan pemeeintah terhadap tenaga kesehatan masih terkesan tutup mata.

Pewarta : Imam Hairon
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya