SUARA INDONESIA

Begini Perkara Mahar dalam Hukum Islam

Tim - 10 May 2022 | 19:05
Khazanah Begini Perkara Mahar dalam Hukum Islam
JEMBER- Mahar merupakan perkara yang diwajibkan kepada setiap laki-laki saat ingin melangsungkan pernikahan dengan calon istrinya. Bentuknya beragam mulai dari uang ataupun harta benda lain.

Hal tersebut sejatinya tertera jelas di dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat keempat.

"Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh keikhlasan," 

Meski mahar wajib atas laki-laki, akan tetapi perkara itu bukanlah bagian dari rukun nikah dan apabila saat akad tidak diucapkan, pernikahan yang dilangsungkan tetap sah.

Adapun untuk kadarnya tidak ada batasan melainkan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan atas kerelaan calon istri.

Perlu diingat pula bahwa berapapun jumlah mahar ketika ia sudah disebutkan maka hal itu menjadi wajib serupa hutang bagi suami dan harus dibayar. 

"Dari Abu Ajfa' ia berkata, "Saya dengar Umar berkata, 'Janganlah berlebih-lebihan memberi mahar kepada perempuan, karena kalau hal itu menjadi kemuliaan di dunia atau akan menjadi kebaikan di akhirat, tentu Nabi lebih utama dalam hal itu. Tetapi beliau tidak pernah memberi mas kawin Kepada istri-istri beliau dan tidak pernah pula beliau membiarkan anak-anak beliau menerima mas kawin lebih dari 12 auqiyah (480 dirham, sekitar 1,498 gram perak)," Riwayat 5 orang ahli hadis dan dinilai shahih oleh Tirmidzi.

Sedangkan, jika suami tersebut menceraikan istrinya sebelum adanya ijma' maka diwajiban untuk membayar seperdua dari mahar yang telah disepakati. Akan tetapi, jika belum ada ketetapan jumlahnya maka yang wajib hanyalah mut'ah. (Ree)

Pewarta : Tim
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya