SUARA INDONESIA

Bupati Ngawi Wujudkan Mimpi Warga Sidolaju, Jembatan Sebrang Bengawan Solo Mulai Dibangun

Ari Hermawan - 14 May 2024 | 18:05 - Dibaca 651 kali
News Bupati Ngawi Wujudkan Mimpi Warga Sidolaju, Jembatan Sebrang Bengawan Solo Mulai Dibangun
Bupati Ngawi saat akan meninjau Desa Sidolaju lokasi pembangunan jembatan Bengawan Solo. (Foto: Ari Hermawan/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - Bertahun-tahun warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, harus bertaruh nyawa. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan hidup, 2.500 kepala keluarga terpaksa menyeberangi Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu kayu.

Kini, warga dapat tersenyum lega. Pasalnya, jembatan yang bakal melintasi Bengawan Solo merupakan akses utama warga Sidolaju untuk memenuhi kepentingan kebutuhan hidup itu sudah mulai dibangun. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut, target selesai pembangunan jembatan akhir Desember 2024.

"Minggu kemarin sudah peletakan batu pertama pembangunan jembatan. Insyaallah akan selesai akhir 2024 ini. Nantinya oleh warga diberi nama Joju yang artinya Jembatan Kerjo Sidolaju, karena jembatan ini sebagai akses jalan perekonomian," kata Ony, Selasa (14/5/2024).

"Puluhan tahun warga menantikan adanya jembatan itu, sehingga tidak perlu lagi warga memutar jauh untuk mengurus kepentingannya, misal perekonomian hasil pertanian dan mengurus kesehatan dan lainnya bisa semakin cepat," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muhammad Sadli menjelaskan, pembangunan jembatan ini mempunya lebar sekitar 3-4 meter dan panjang 120 meter, anggaran yang disediakan mencapai Rp 10 miliar.

"Pembangunan jembatan Joju itu Pemkab Ngawi menganggarkan Rp 10 miliar, dilaksanakan oleh CV Jasa Karya. Semoga cuaca terus membaik, sehingga pengerjaan bisa lebih cepat dan sesuai target yang ditentukan," tuturnya.

Sementara warga setempat mengaku senang, sebab jembatan itu sangat diimpikan masyarakat Sidolaju. “Dengan adanya jembatan ini, kami tak lagi terisolir. Karena untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan menyambung hidup, kami harus berjalan memutar cukup jauh untuk sampai ke kota," ujar Budi, warga Sidolaju. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV