SUARA INDONESIA

Dua Pelaku Pembunuhan Sekdes Sidonganti Tuban Dituntut 18 Tahun Penjara

Irqam - 29 May 2024 | 20:05 - Dibaca 1.88k kali
News Dua Pelaku Pembunuhan Sekdes Sidonganti Tuban Dituntut 18 Tahun Penjara
Sidang pembacaan tuntutan terhadap Jano (45) dan Nardi (43), pelaku pembunuhan Sekdes Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Agus Sutrisno (33). (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Jano (45) dan Nardi (43), pelaku pembunuhan Sekretaris Desa (Sekdes) Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Agus Sutrisno (33), dituntut 18 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menilai pelaku yang merupakan kakak beradik ini terbukti melakukan pembunuhan berencana.

Sidang dengan agenda tuntutan terhadap Jano dan Nardi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Selasa (28/05/2024) siang. Sidang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Uzan Purwadi serta Taufiqurrahman dan Evi Fitriawati sebagai anggota.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim dan JPU serta dua pelaku yang didampingi penasihat hukumnya hadir secara langsung di ruang sidang. Adapun tuntutan terhadap Jano dan Nardi dibacakan oleh JPU Didik Kurniawan Widyanto.

Dalam tuntutannya, JPU meminta majelis hakim menyatakan Jano dan Nardi terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Selain itu, JPU juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana selama 18 tahun kepada Jano dan Nardi.

“Menyatakan Terdakwa Jano dan Nardi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dalam dakwaan primair penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama 18 tahun,” ujar Didik saat membacakan tuntutan.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Uzan Purwadi ditemui usai sidang pembacaan tuntutan mengatakan, sidang akan kembali digelar pekan depan tepatnya 4 Juni 2024, dengan agenda pembelaan terdakwa secara tertulis.

"Jadi mereka masih menyiapkan pembelaan melalui penasihat hukumnya," kata hakim jebolan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Sebelumnya, Sekdes Sidonganti Agus Sutrisno tewas dibacok saat perjalanan menghadiri rapat di kantor Kecamatan Kerek, Selasa (24/10/2023) pagi. Peristiwa pembacokan itu terjadi di ruas Jalan Kerek-Montong, tepatnya di Dusun Bawi, Desa Hagoretno, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sekitar pukul 09.00 WIB. 

Sebelum dibacok, korban ditabrak mobil dan diburu para pelaku hingga ke tengah sawah. Saat itu, korban melintas mengendarai sepeda motor KLX bernomor polisi S 2182 EAF dari arah Sidonganti menuju Kantor Kecamatan Kerek.

Tiba-tiba, sepeda motornya ditabrak mobil pikap dari belakang. Mobil pikap teridentifikasi bernomor polisi A 8382 YX. 

Para pelaku lalu melarikan diri. Jano lari ke arah selatan berjalan kaki dengan tujuan mengamankan diri agar tidak diamuk massa. Ia menyerahkan diri ke Polsek Grabagan setelah 10 jam dalam pengejaran pihak kepolisian.

Sedangkan Nardi diamankan Sat Reskrim Polres Tuban diamankan pada Jumat 17 November 2023, setelah menyerahkan diri dengan diantar kepala desa dan keluarga.

Sementara diketahui Motif Jano melakukan pembunuhan itu karena dipicu sakit hati istrinya selingkuh dengan Agus Sutrisno. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV