SUARA INDONESIA

Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Perkara Komoditas Timah ke Jaksa Penuntut

Yudha Pratama - 13 June 2024 | 17:06 - Dibaca 610 kali
News Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Perkara Komoditas Timah ke Jaksa Penuntut
Tim Penyidik Kejaksaan Agung menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Jaksel. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) terhadap 10 tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024).

Tahap II tersebut terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk tahun 2015 sampai dengan 2022.

"Adapun sepuluh orang yang dilakukan Tahap II yaitu MRPT selaku Direktur Utama PT Timah Tbk periode 2016 sampai dengan 2021, EE selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk periode 2017 sampai dengan 2018, HT selaku Direktur Utama CV VIP, MBG selaku Direktur Utama PT SIP, dan SG selaku Komisaris PT SIP," ujar Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar dalam keterangan resmi yang diterima SuaraIndonesia, Kamis (13/6/2024).

"Kemudian RI selaku Direktur Utama PT SBS, BY selaku Eks Komisaris CV VIP, RL selaku General Manager PT TIN, SP selaku Direktur Utama PT RBT, serta yang terakhir RA selaku Direktur Pengembangan Usaha PT RBT," imbuhnya.

Dengan Tahap II ini, Harli mengatakan bahwa para tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan. Perkara yang dimaksud juga akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

10 tersangka yang diserahkan hari ini oleh penuntut umum juga akan melakukan penahanan baik yang ada di Rutan Salemba yang ada di Jakarta Selatan maupun yang ada di Kejaksaan Agung

Dari Tahap II itu, sambung Harli, tim penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka.

"Barang bukti itu berupa dokumen, sejumlah uang tunai dan logam mulia, 3 (tiga) unit mobil, 90 sertifikat tanah. Dan 10 tersangka yang diserahkan hari ini juga ditahan baik di Rutan Salemba yang ada di Jakarta Selatan maupun yang ada di Kejaksaan Agung," ungkapnya.

Disisi lain, Harli juga mengemukakan pasal yang disangkakan kepada para tersangka, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Sedangkan khusus tersangka SG, tersangka SP, dan tersangka RI juga disangkakan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," tuturnya.

Selanjutnya berkas perkara segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Dengan dilimpahkannya 10 berkas perkara ini, maka total perkara yang telah diselesaikan oleh Penyidik yaitu sebanyak 13 tersangka/berkas perkara (termasuk dengan perkara dugaan tindak pidana obstruction of justice. Sedangkan, sembilan berkas perkara lainnya masih dalam tahap penyempurnaan," jelas Harli. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV