SUARA INDONESIA

Dinilai Tak Kooperatif, Kejagung Akhirnya Amankan DPO Kasus Penipuan Asal Kejari Surabaya

Yudha Pratama - 21 June 2024 | 17:06 - Dibaca 668 kali
News Dinilai Tak Kooperatif, Kejagung Akhirnya Amankan DPO Kasus Penipuan Asal Kejari Surabaya
DPO Limantoro Santoso bin Lie Loek Tji Ang, saat diamankan tim Kejaksaan Agung. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Satgas SIRI) bersama Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berhasil mengamankan seorang terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Kamis (20/6/2024).

DPO tersebut berasal dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Yang bersangkutan dinilai tidak kooperatif saat diamankan sehingga proses pengamanannya dilaksanakan dengan cara membobol pintu kamar.

"Identitas terpidana yang diamankan tersebut yakni Limantoro Santoso bin Lie Loek Tji Ang. Yang bersangkutan telah terbukti melakukan tindak pidana penipuan. Yang bersangkutan tidak kooperatif saat diamankan," ujar Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar dalam keterangan tertulisnya yang diterima SuaraIndonesia, Jumat (21/6/2024).

Harli membeberkan perkara penipuan yang menjerat Limantoro sehingga ditetapkan sebagai terpidana. Kata dia, yang bersangkutan sebelumnya menjanjikan keuntungan sebesar 10% dari nilai uang yang disetorkan yakni sebesar Rp9,4 miliar dari bisnis jual beli tembakau.

Akibat perbuatan terpidana Limantoro Santoso bin Lie Loek Tji Ang tersebut, saksi Tio Piauw Jong mengalami kerugian sebesar Rp9.400.000.000 (sembilan milyar empat ratus juta rupiah).

"Jadi berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 2610/Pid.B/2010/PN.SBY tanggal 13 Desember 2010 dengan amar putusan menyatakan bahwa perbuatan terpidana Limantoro Santoso Bin Lie Loek Tji Ang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan," ucapnya

"Dengan begitu PN Surabaya menjatuhkan pidana terhadap terpidana tersebut dengan pidana penjara selama 3 Tahun dipotong masa tahanan," jelas Harli.

Namun saat dilakukan upaya banding, berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor: 47/PID/2011/PT.SBY tanggal 07 Februari 2011, menghasilkan amar putusan yaitu menerima permintaan banding dari Penuntut Umum dan Penasihat Hukum terpidana.

Dengan demikian, Putusan ini membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya 13 Desember 2010, Nomor: 2610/Pid.B/2010/PN.SBY yang menyatakan perbuatan yang didakwakan kepada terpidana Limantoro Santoso Bin Lie Loek Tji Ang tersebut di atas terbukti, tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana, tetapi perbuatan perdata dan oleh karenanya terdakwa dilepas dari segala tuntutan hukum (ontslag rechtsvervolging).

"Dengan demikian, membebaskan terdakwa segera dari Rumah Tahanan Negara, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," sebut Harli.

Tak sampai disitu, melalui Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1262 K/PID/2011/MA.RI tanggal 24 November 2011 dengan amar putusan mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tanggal 07 Februari 2011 Nomor: 47/PID/2011/PT.SBY yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya 13 Desember 2010, Nomor: 2610/Pid.B/2010/PN.SBY. mengadili sendiri menyatakan perbuatan terpidana Limantoro Santoso Bin Lie Loek Tji Ang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penipuan”.

Atas perbuatan tersebut terpidana Limantoro Santoso Bin Lie Loek Tji Ang dijatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dipotong masa tahanan.

"Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Agung pada 13 tahun silam, tetapi terpidana melarikan diri sehingga JPU tidak dapat melaksanakan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung tersebut. Namun setelah berhasil diamankan, terpidana dibawa ke Kejari Surabaya untuk diserahkan kepada Tim Jaksa Eksekutor," jelas Harli Siregar. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV