SUARA INDONESIA

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan, Kejari Inhil Tahan Dua Tersangka

Yudha Pratama - 22 June 2024 | 18:06 - Dibaca 655 kali
News Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan, Kejari Inhil Tahan Dua Tersangka
Kejari Inhil tahan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Pramuka Tembilahan Hulu. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, RIAU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) menahan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Pramuka Tembilahan Hulu, Inhil, Riau, Jumat (21/6/2024).

Kasi Pidsus Kejari Inhil Ade Maulana mengungkapkan, kedua tersangka itu adalah Raja Enta Netriawan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Syahril bin Muhammad Nuh, Direktur CV Inhil Bangkit Utama.

Menurutnya, pengusutan perkara ini dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sejak Januari 2022 lalu. Setahun berselang, barulah penyidik menetapkan seorang tersangka, yakni Raja Enta.

Enta merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Inhil. Saat pengerjaan proyek tersebut, Raja Enta menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil, sekaligus menjadi PPK.

"Beberapa waktu kemudian, penyidik menetapkan tersangka baru, yakni Syahril, selaku rekanan. Berkas keduanya akhirnya dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya, kewenangan penanganan perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tutur Ade, dalam keterangan tertulis yang diterima Suaraindonesia.co.id, Sabtu (22/6/2024).

Ade mengatakan, proses pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pada Jumat (21/6/2024) kemarin.

"Benar. Hari ini, kami dari Tim JPU menerima pelimpahan tahap II dari penyidik Polda Riau terhadap tersangka Syahril dan Raja Enta Netriawan," ujar Ade Maulana.

Usai tahap II, JPU menahan keduanya. Para tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan. "Dalam waktu dekat, berkas perkara kedua tersangka akan dilimpahkan ke pengadilan," sebut Ade Maulana.

Dari informasi yang dihimpun, pekerjaan peningkatan Jalan Pramuka Tembilahan Hulu Tahun Anggaran (TA) 2017 berada di Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPR Inhil. Proyek tersebut memiliki nilai pagu Rp 2,5 miliar dengan nilai HPS paket Rp 2.499.670.000 yang bersumber dari APBD Inhil TA 2017.

Adapun rekanan yang mengerjakan proyek itu adalah CV Inhil Bangkit Utama. Perusahaan yang beralamat di Jalan Batang Tuaka Nomor 20 Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kota, Inhil. CV ini memenangkan tender dengan menyingkirkan 78 perusahaan lainnya.

Perusahaan itu memenangkan tender dengan nilai penawaran sebesar Rp 1.821.433.587, dengan harga terkoreksi sebesar Rp 1.821.895.000.

Berdasarkan hasil audit, akibat perbuatan tersangka Syahril dan Raja Enta Netriawan, telah merugikan keuangan negara, dalam hal ini Pemkab Inhil sebesar Rp 550.381.801,41. Perhitungan itu sesuai dengan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, 4 Oktober 2022.

Para tersangka dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum sesuai dengan pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV