SUARA INDONESIA

Tembakan Artileri Lintas Perbatasan Terus Berlanjut di Sepanjang Perbatasan Lebanon-Israel

Aditya - 24 June 2024 | 20:06 - Dibaca 1.49k kali
News Tembakan Artileri Lintas Perbatasan Terus Berlanjut di Sepanjang Perbatasan Lebanon-Israel
Tembakan artileri lintas perbatasan terus berlanjut di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel. (VOA INDONESIA)

SUARA INDONESIA, JAKARTA - Ketegangan antara Lebanon dan Israel kembali memanas dengan serangkaian serangan lintas perbatasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pertempuran ini semakin meningkat setelah Hizbullah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, melancarkan serangan terhadap posisi militer Israel di wilayah tersebut.

Tentara Israel merespons dengan serangan udara dan artileri, menyebabkan kerusakan signifikan di kedua sisi perbatasan.

Pada hari Minggu, 23 Juni 2024, tentara Israel melaporkan bahwa jet tempurnya telah menghantam struktur militer Hizbullah di daerah Khiyam dan Ramyeh di Lebanon Selatan.

Serangan ini diikuti oleh tembakan artileri yang diarahkan ke wilayah Aalma El Chaeb.

Kantor berita pemerintah Lebanon, NNA, melaporkan bahwa Israel juga menargetkan hutan di kota perbatasan Kfarkila dengan bom fosfor, yang menyebabkan kebakaran di area tersebut.

Di sisi lain, Hizbullah menyatakan bahwa mereka melakukan tiga serangan terpisah yang menargetkan pos-pos Israel di daerah pertanian Shebaa.

Serangan ini menyebabkan kebakaran dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Konflik ini telah berlangsung sejak 8 Oktober, sehari setelah perang antara Israel dan Hamas dimulai.

Kota Metula di Israel utara menjadi salah satu wilayah yang paling terkena dampak dari serangan ini.

Asap tebal terlihat membubung dari wilayah perumahan di kota ini setelah terkena tembakan dari Hizbullah. Dari sisi Lebanon, kota Marjayoun juga terdampak oleh serangan balasan dari Israel.

Ketegangan ini menyebabkan ketidakstabilan di sepanjang perbatasan, memaksa banyak warga sipil untuk mengungsi demi keselamatan mereka.

Infrastruktur vital di kedua belah pihak mengalami kerusakan, termasuk jaringan listrik dan bangunan publik.

Situasi ini menambah penderitaan warga yang telah lama hidup dalam bayang-bayang konflik.

Meningkatnya intensitas pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel menarik perhatian komunitas internasional.

Banyak negara menyerukan de-eskalasi dan mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri.

PBB dan organisasi internasional lainnya menawarkan bantuan kemanusiaan untuk membantu warga sipil yang terdampak dan memediasi perdamaian.

Namun, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan ini sering kali terhambat oleh kepentingan politik dan militer kedua negara.

Israel dan Hizbullah memiliki sejarah panjang permusuhan, dan setiap eskalasi baru menambah lapisan kompleksitas pada konflik yang sudah rumit ini.

Ketegangan antara Lebanon dan Israel yang berujung pada serangan artileri lintas perbatasan menimbulkan kerugian besar bagi kedua belah pihak.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh militer, tetapi juga oleh warga sipil yang terjebak di tengah-tengah konflik ini.

Masyarakat internasional berharap agar kedua belah pihak dapat menemukan jalan untuk menurunkan eskalasi dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV