SUARA INDONESIA

Serangan Drone Houthi di Pelabuhan Haifa: Konflik yang Semakin Memanas

Aditya - 24 June 2024 | 21:06 - Dibaca 1.36k kali
News Serangan Drone Houthi di Pelabuhan Haifa: Konflik yang Semakin Memanas
Serangan drone Houthi di Pelabuhan Haifa. (VOA Indonesia)

SUARA INDONESIA, JAKARTA - Pada Minggu, 23 Juni 2024, kelompok Houthi dari Yaman mengumumkan telah melakukan operasi militer yang menargetkan empat kapal di pelabuhan Haifa, Israel.

Serangan ini melibatkan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan terhadap dua kapal tanker semen dan dua kapal kargo.

Serangan ini, yang diklaim sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dalam konflik Gaza, menunjukkan eskalasi ketegangan di wilayah tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengungkapkan bahwa operasi militer tersebut dilakukan bersama kelompok militan Perlawanan Islam di Irak.

Target dari serangan ini adalah kapal-kapal yang dianggap melanggar larangan memasuki pelabuhan yang diduduki oleh Israel.

Walaupun militer Israel belum memberikan komentar resmi, klaim serangan ini menambah daftar panjang tindakan militan Houthi dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam serangan yang terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2024, drone Houthi berhasil mengenai kapal-kapal di pelabuhan Haifa.

Menurut Saree, operasi tersebut mencapai tujuannya dengan serangan yang tepat sasaran.

Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.

Serangan terhadap pelabuhan Haifa bukanlah insiden pertama yang melibatkan Houthi di jalur perairan utama.

Sebelumnya, pada 12 Juni 2024, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di kapal MV Tutor milik Yunani di Laut Merah.

Selain itu, mereka juga mengaku menyerang kapal Shorthorn Express di Mediterania sebagai bagian dari kampanye untuk mengganggu pengiriman.

Amerika Serikat dan sekutu internasionalnya telah berulang kali mengecam tindakan Houthi yang mengancam keamanan maritim.

Pasukan AS bahkan telah menghancurkan beberapa drone Houthi yang mencoba menyerang kapal-kapal di Laut Merah.

Namun, tindakan ini belum cukup untuk menghentikan serangan berkelanjutan dari kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.

Konflik yang melibatkan Houthi, Israel, dan kelompok militan lainnya mencerminkan kompleksitas geopolitik di Timur Tengah.

Houthi, yang didukung oleh Iran, telah menjadi salah satu aktor utama dalam perang proksi di wilayah tersebut.

Serangan-serangan mereka tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga mengancam jalur perairan penting yang digunakan untuk perdagangan internasional.

Israel sendiri telah menghadapi berbagai ancaman dari kelompok militan di wilayahnya, termasuk dari Hamas di Gaza.

Ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan kelompok-kelompok militan ini telah memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan drone Houthi terhadap kapal-kapal di pelabuhan Haifa menambah dimensi baru dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dengan semakin banyaknya aktor yang terlibat dan eskalasi serangan, situasi ini memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah meluasnya konflik.

Langkah-langkah diplomatik dan upaya untuk meredakan ketegangan harus diambil untuk menghindari dampak yang lebih besar terhadap keamanan regional dan global. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV