SUARA INDONESIA

Tak Berizin hingga Dituding Langgar UU Tenaga Kerja, DPPTK Ngawi Panggil Distributor Air Mineral Kemasan

Ari Hermawan - 24 June 2024 | 21:06 - Dibaca 3.11k kali
News Tak Berizin hingga Dituding Langgar UU Tenaga Kerja, DPPTK Ngawi Panggil Distributor Air Mineral Kemasan
Kasi ketenagakerjaan mediator hubungan industrial ahli muda, Cukup Prihadi saat diwawancarai awak media. (Foto: Ari Hermawan/ Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bakal memanggil manajemen PT Grand Pasific Pratama, selaku distributor air mineral merk Aqua.

Pemanggilan mendasar dari aduan dua orang mantan pekerja PT Grand Pasific Pratama yang mengaku haknya untuk mendapatkan gaji, uang lembur, slip gaji dan BPJS Ketenagakerjaan, tidak sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Kasi Mediator Hubungan Industrial Ahli Muda Bidang Ketenagakerjaan DPPTK, Cukup Prihadi, membenarkan perihal pihaknya menerima aduan dari dua orang mantan pekerja PT Grand Pasific Pratama tersebut

"Betul, manajemen perusahaan sudah kami panggil. Rabu depan akan dikonfirmasi mendasar pada aduan dua orang mantan karyawan atas beberapa persoalan yang diadukan," kata Cukup kepada Suaraindonesia.co.id, Senin (24/6/2024).

Cukup menjelaskan, dua orang perempuan mantan karyawan PT Grand Pasific Pratama inisial AD dan DW mendatangi DPPTK hanya meminta penjelasan manajemen perusahaan soal sistem pengupahan.

Menurut Cukup, dua mantan karyawan itu meminta apabila perusahaan tidak menjalankan sesuai ketentuan, diharapkan agar segera memperbaiki sistem ketenagakerjaan sesuai amanat undang-undang.

"Jadi aduan mereka hanya ingin meminta penjelasan kepada pihak manajemen terkait beberapa aduan itu. Ya nanti kita lihat bagaimana perusahaan itu menjawab, inikan baru dari sisi pengadu," ujar Cukup.

Tidak hanya persoalan tenaga kerja, perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Ngawi - Solo tepatnya masuk Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, diduga juga tak memiliki izin operasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi, Totok Sudaryanto saat dikonfirmasi mengatakan PT Grand Pasific Pratama ketika dicek di sistem Online Single Submission (OSS) Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak terdaftar.

"Soal PT Grand Pasific Pratama saya cek di OSS tidak muncul NIB, seharusnya ada. Karena itu bagian dari kewajiban perusahaan untuk mempunyai izin beroperasi," ungkap Totok.

Pihaknya pun akan segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan, mengingat apabila perusahaan tersebut tidak memiliki izin maka ada kerugian dari segi investasi.

"Dalam waktu dekat kami akan sidak ke perusahaan tersebut untuk berkomunikasi soal legalitas perizinan yang harus dilengkapi," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV