SUARA INDONESIA

Ruang Komisi II DPRD Sumenep Kosong, Audiensi Polemik KKKS MGA Utama Energi Batal Digelar

Wildan Mukhlishah Sy - 25 June 2024 | 18:06 - Dibaca 1.18k kali
News Ruang Komisi II DPRD Sumenep Kosong, Audiensi Polemik KKKS MGA Utama Energi Batal Digelar
Aktivis GMPS saat mendatangi kantor DPRD Sumenep. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP- Audiensi terkait polemik KKKS MGA Utama Energi di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Sumenep, yang direncanakan Selasa 25 Juni 2024 bersama Komisi II DPRD Sumenep, gagal dilaksanakan.

Hal tersebut mendulang kekecewaan bagi Gerakan Mahasiswa Peduli Sepanjang (GMPS), yang saat itu sudah berada di ruang Komisi II DPRD Sumenep.

Gagalnya audiensi tersebut diketahui karena tidak ada satupun anggota Komisi II yang berada di ruangan, dengan alasan sedang bertugas.

Padahal, menurut Koordinator GMPS Ahyatul Karim, pihaknya sudah berkirim surat sejak Jumat 21 Juni 2024 atau empat hari sebelumnya.

Diinformasikan, audiensi tersebut memprotes hadirnya PT MGA Utama Energi di Kepualauan Sapeken, khususnya Desa Sepanjang, karena dinilai akan berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.

"Kami sudah menyaksikan sejarah kelam meledaknya kapal tanker tahun 2010 yang mencemari lautan," kenang Karim.

Selain itu, masyarakat juga sempat mengalami gagal panen, kehadiran PT MGA Utama Energi dikhawatirkan terjadi hal yang sama.

"Kami menuntut agar PT MGA Utama Energi melakukan sosialisasi, membayar hutang ke BUMDes setempat, dan menjaga kelestarian ekosistem Desa Sepanjang," tegasnya.

Sementara itu, Staf Sekretariat DPRD Sumeneo, Jazuli, menerangkan bahwa audiensi tersebut benturan dengan Jadwal Pansus.

"Mohon maaf sekarang tidak bisa ditemui oleh anggota DPRD. Kami akan koordinasi lebih lanjut untuk dijadwalkan ulang," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, tentang aspirasi aktivis GMPS, Tio Rizky selaku Permitte dan Formalities PT MGA Utama Energi, mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pada Agustus 2023 lalu.

"Kami sudah melakukan sosialisasi pada bulan Agustus 2023, karena pada saat sosialisasi di Sepanjang dianggap tidak diakui, dari Kades mengarahkan sosialisasi di Sumenep. Akhirnya kami adakan sosialisasi juga di Sumenep," jelasnya.

Disinggung soal pihak yang dilibatkan dalam sosialisasi di Pemdes Sepanjang, dirinya mengaku tidak mengetahui secara jelas. "Saya waktu itu tidak ikut, nanti biar mas Abdul (humas) yang menjelaskan," imbuhnya.

Persoalan utang kepada BUMDesa Sepanjang, Tio menjelaskan, bahwa tagihan invoice sudah klir. "Terkait tagihan invoice BUMDes sudah klir, bisa di kroscek dengan teman-teman BUMDes," tukasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV