SUARA INDONESIA

Terkendala Biaya, Puluhan Perangkat Sistem Peringatan Dini Perlintasan KA di Blitar Rusak

Arik Susanto - 25 June 2024 | 19:06 - Dibaca 1.07k kali
News Terkendala Biaya, Puluhan Perangkat Sistem Peringatan Dini Perlintasan KA di Blitar Rusak
Ilustrasi kereta api. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BLITAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur belum merencanakan untuk memperbaiki puluhan perangkat sistem peringatan dini (EWS) perlintasan kereta api (KA) di wilayah Kabupaten Blitar yang rusak dan tidak berfungsi.

Sebab, dalam proses perbaikan EWS membutuhkan anggaran yang besar dan saat ini Dishub masih belum memiliki anggaran tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Perkeretaapian dan Jaringan Transportasi Dishub Jawa Timur Joko Pitoyo. Anggaran untuk perbaikan EWS ini sama dengan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan palang pintu berukuran kecil dan pos jaga, sehingga dia menilai perbaikan EWS tidak efektif.

Selain itu, sebagian besar EWS perlintasan KA di Kabupaten Blitar sudah terpasang sejak tahun 2000 silam. Sehingga banyak unit EWS yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian instalasi listriknya. Artinya, untuk saat ini kondisinya sudah belum optimal dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.

“Kami khawatir jika EWS diperbaiki, tanpa adanya petugas jaga maka alat tersebut bisa kembali rusak dalam waktu singkat,” ungkapnya, Selasa (25/6/2024).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Agus Santoso mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) sejak tahun 2022 yang lalu dan belum ada tindak lanjut. Sebab, hampir semua perlintasan KA di Kabupaten Blitar berada dalam naungan Pemprov Jatim.

“Belum diperbaikinya EWS ini menimbulkan kekhawatiran kami akan keselamatan warga yang melintas. Jika EWS tidak berfungsi atau palang pintu yang dapat memberikan peringatan dini, risiko kecelakaan di perlintasan-perlintasan ini semakin meningkat,” kata dia.

Agus berharap segera ada kejelasan dari pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah ini, karena berkaitan dengan keamanan dan keselamatan bersama. (*)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Arik Susanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV