SUARA INDONESIA

Insiden Tewasnya Dua Bocah TK di Kolam Jatiwangi Tuban, Jadi Momentum Evaluasi Standar Keamanan

Irqam - 27 June 2024 | 11:06 - Dibaca 4.55k kali
News Insiden Tewasnya Dua Bocah TK di Kolam Jatiwangi Tuban, Jadi Momentum Evaluasi Standar Keamanan
Wisata Air Jatiwangi Park ditutup sementara hingga penyelidikan kasus tewasnya dua bocah TK asal Rembang tuntas. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Insiden tewasnya dua bocah Taman Kanak-kanak (TK) di kolam Jatiwangi Park, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Tuban, Jawa Timur menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh terkait standar keamanan wisata air. Pasalnya, sudah ada dua kasus bocah tewas tenggelam di wilayah Merakurak.

Dalam insiden tersebut, dua bocah berinisial MHF (7) dan SAP (7) asal Kecamatan Kragan, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah tenggelam saat berlibur bersama rombongan sekolah TK di Kragan ke Wisata Air Jatiwangi Park.

Peristiwa tragis itu bermula saat keduanya bersama rombongan 39 orang dari sekolah taman kanak-kanak (TK) di Kragan liburan ke Wisata Air Jatiwangi Park.

Tiba lokasi wisata sekitar pukul 08.00 WIB, tanpa sepengetahuan orangtua dan pengelola wisata, dua bocah itu langsung berenang di kolam renang dewasa 1,5 meter. Nahas, sekitar pukul 08.30 WIB dua bocah TK tersebut ditemukan pengelola wisata sudah mengapung di dalam kolam. 

Kapolsek Merakurak AKP Ciput Abidin menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat untuk segera memanggil para pengelola wisata air di Kecamatan Merakurak. Pemanggilan terkait evaluasi keamanan bagi pengunjung wisata.

Menurutnya aspek keamanan di kawasan wisata air, perlu menjadi perhatian serius agar aspek perlindungan pengunjung terpenuhi dan insiden di Jatiwangi Park ini tidak terulang kembali.

“Rencana kedepan, mungkin oleh pak camat seluruh pengelola wisata terutama wisata air akan dikumpulkan terkait membahas safety K3 dan keamanannya. Karena di Merakurak ini sudah ada dua kejadian. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” kata AKP Ciput, Rabu (26/06/2024).

Ciput menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada pertemuan antara Forkopimca dengan pengelola wisata di Merakurak. Namun pertemuan itu belum membahas secara spesifik terkait standar keamanan di tempat wisata. Namun dengan kejadian ini, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi. 

“Sudah ada dulu. Mungkin nanti akan di review lagi, diperjelaskan terkait kualitas penjaganya. Kalau butuh bekerjasama dengan BPBD, butuh pelatihan dan lainya akan dikoordinasikan,” terangnya. 

Sementara itu, hingga saat ini pihak pengelola Wisata Air Jatiwangi Park belum bisa dimintai keterangan terkait insiden tewasnya dua bocah TK asal Rembang. Kepolisian telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengelola wisata apakah ada unsur pidana. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV