SUARA INDONESIA

Terungkap Motif Terbunuhnya Ibu dan Bayi di Sidoarjo, Tersangka NM Ditangkap

Amrizal Zulkarnain - 28 June 2024 | 16:06 - Dibaca 1.53k kali
News Terungkap Motif Terbunuhnya Ibu dan Bayi di Sidoarjo, Tersangka NM Ditangkap
Tersangka NM (36), warga Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, saat di Interogasi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Cristian Tobing di Mapolresta. (Amrizal/SUARA INDONESIA)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO - Tim Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, menangkap NM (36), seorang tersangka dalam kasus pembunuhan ibu dan bayi di kamar kos Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono. Polisi berhasil mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, saat konferensi pers di Mapolresta, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 25 Juni 2024. 

"Korban yang diketahui bernama I, ditemukan meninggal dunia bersama bayinya di kamar kos mereka," ujar Tobing, Jumat siang (28/6/2024).

Tobing menambahkan, dari hasil penyelidikan, tersangka NM melakukan kekerasan terhadap bayi tersebut untuk menyembunyikan kelahirannya. 

"NM melakukan hal ini karena panik dan marah saat korban I menuntut pertanggungjawaban atas kehamilannya," tuturnya.

Lebih lanjut, Tobing menjelaskan, tersangka mengaku telah mendorong perut korban I ke bawah dengan tangannya untuk membantu proses persalinan. 

"Namun, setelah bayi lahir dalam keadaan menangis, NM tega membekap hidung dan mulut bayi hingga meninggal," jelas mantan Kapolres Pati tersebut.

Masih kata Tobing, bahwa setelah korban I melahirkan bayinya, ia meminta NM untuk membelikan minuman. Namun, 15 menit setelah kembali ke kamar kos, NM menemukan korban I sudah meninggal. 

Dalam keadaan panik, NM melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, tak lama kemudian, ia ditangkap oleh pihak kepolisian di Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.

"Saat ini, NM ditahan di Rutan Polresta Sidoarjo bersama sepeda motor vario milik korban untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut," paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, NM dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan/atau denda maksimal Rp 3 miliar.

"Selain itu, NM juga dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Amrizal Zulkarnain
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV