SUARA INDONESIA

Operasi Sikat Semeru 2024, Polresta Sidoarjo Tangkap 70 Tersangka Kriminal

Amrizal Zulkarnain - 28 June 2024 | 17:06 - Dibaca 1.56k kali
News Operasi Sikat Semeru 2024, Polresta Sidoarjo Tangkap 70 Tersangka Kriminal
Tampak tersangka dari beberapa kasus hasil operasi Sikat Semeru 2024 oleh Polresta Sidoarjo. (Foto: Amrizal/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO - Selama dua pekan sejak 3 hingga 14 Juni 2024, Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, bersama dengan polsek jajaran menangkap 70 tersangka dari 69 laporan polisi. 

Kasus-kasus yang terungkap meliputi pencurian, curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan kejahatan jalanan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Pengungkapan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Semeru 2024. Salah satu kasus menonjol yang diungkap adalah pencurian kendaraan roda empat di lima lokasi berbeda, di mana pelaku menggunakan kunci palsu untuk melancarkan aksinya.

"Selain kasus curanmor, kasus menonjol lainnya dalam Operasi Sikat Semeru 2024 adalah curat dengan sasaran kafe, warung kopi, dan pembobolan rumah, serta curas yang mengakibatkan korban mengalami luka," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Jumat (28/6/2024).

Apresiasi juga disematkan Kapolresta Sidoarjo terhadap respons cepat dari masyarakat, terutama para korban, yang segera melapor ke Polresta Sidoarjo maupun polsek setempat. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan tindak kriminalitas yang ada disekitarnya maupun yang mereka alami.

"Dengan peran serta masyarakat dalam mengungkap kasus kriminalitas, kami juga meningkatkan patroli keamanan untuk mencegah kejahatan jalanan, curanmor, curat, dan lainnya. Semoga wilayah kita tetap aman dan nyaman," paparnya.

Terhadap 70 tersangka yang ditangkap, polisi menerapkan ancaman hukuman sesuai dengan jenis kejahatan mereka. 

Pelaku curas dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun, sedangkan pelaku curat dan curanmor dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Pada kesempatan tersebut, barang bukti kendaraan bermotor hasil tindak pencurian dikembalikan kepada pemiliknya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo.

Hal ini seperti yang dialami Misto warga asal Kecamatan Tarik Sidoarjo yang kehilangan sepeda motornya di sebuah Masjid, area Desa Kedung Bocok, Tarik. Ia mengaku senang atas kembalinya kendaraan itu.

"Saya senang sepeda motor saya telah ditemukan. Terima kasih kepada polisi di Sidoarjo yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Amrizal Zulkarnain
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV