SUARA INDONESIA

DPPTK Ngawi Sebut Produsen Air Mineral Langgar Aturan Naker

Ari Hermawan - 01 July 2024 | 17:07 - Dibaca 1.55k kali
News DPPTK Ngawi Sebut Produsen Air Mineral Langgar Aturan Naker
PT Grand Pasifik Pratama, perusahaan distributor air mineral di Jalan Raya Ngawi-Solo. (Foto: Ari Hermawan/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur memanggil perusahaan PT Grand Pasific Pratama yang berada di Jalan Raya Ngawi Solo.

Pemanggilan itu buntut dari aduan dua mantan karyawan PT Grand Pasific Pratama selaku distributor air mineral merk Aqua yang dinilai tidak menjalankan aturan tenaga kerja sebagaimana mestinya.

DPPTK bidang Ketenagakerjaan melalui Kasi mediator hubungan industrial ahli muda, Cukup Prihadi mengatakan bahwa hasil dari pertemuan dengan manajemen memang ditemukan pelanggaran.

"Ada pekerja yang belum didaftarkan ke BPJS, dan juga slip gaji tidak diberikan. Dari semua yang diadukan mantan karyawan perusahaan tersebut, kami beri waktu 20 hari kedepan untuk diperbaiki, dan tidak terulang lagi," kata Cukup, Senin (1/7/2024).

Terpisah, HRD PT Grand Pasific Pratama, Achmad Junaedi membantah jika pihaknya melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Apa yang diadukan oleh mantan karyawan tersebut hanya persoalan miskomunikasi.

"Bukan soal gaji, mereka menanyakan premi atau reward. Kami tidak memangkas hak karyawan. Kalau soal slip gaji, jika mereka minta akan kami berikan," ujar Achmad dihadapan awak media.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi bakal memanggil manajemen PT Grand Pasific Pratama selaku distributor air mineral merk Aqua.

Pemanggilan mendasar dari aduan dua orang mantan pekerja PT Grand Pasific Pratama yang mengaku haknya untuk mendapatkan gaji, uang lembur, slip gaji dan BPJS Ketenagakerjaan tidak diberikan.

DPPTK bidang Ketenagakerjaan melalui Kasi mediator hubungan industrial ahli muda, Cukup Prihadi membenarkan perihal pihaknya menerima aduan dari dua orang mantan pekerja PT Grand Pasific Pratama.

"Betul, manajemen perusahaan sudah kami panggil, Rabu depan akan dikonfirmasi mendasar pada aduan dua orang mantan karyawan atas beberapa persoalan yang diadukan," kata Cukup kepada SuaraIndonesia.co.id Senin (24/6/2024).

Cukup Prihadi menjelaskan, dua orang perempuan mantan karyawan PT Grand Pasific Pratama inisial AD dan DW mendatangi DPPTK hanya meminta penjelasan manajemen perusahaan soal sistem pengupahan.

"Jadi aduan mereka hanya ingin meminta penjelasan kepada pihak manajemen terkait beberapa aduan itu. Ya nanti kita lihat bagaimana perusahaan itu menjawab, inikan baru dari sisi pengadu," ujar Cukup. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV