SUARA INDONESIA

OPD Sumenep Minim Partisipasi, Budayawan: Apakah Ini Bentuk Pembangkangan?

Wildan Mukhlishah Sy - 01 July 2024 | 22:07 - Dibaca 814 kali
News OPD Sumenep Minim Partisipasi, Budayawan: Apakah Ini Bentuk Pembangkangan?
Budayawan Sumenep Ibnu Hajar. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP - Lomba Pidato Ala Bung Karno yang digelar untuk memeriahkan bulan kelahiran sang proklamator, dinilai tak disambut positif oleh para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumenep.

Hal tersebut terlihat dari minimnya partisipasi OPD Sumenep dalam gelaran tersebut. Padahal sudah ada Surat Edaran (SE) dari Sekretaris Daerah (Sekda) yang ditujukan untuk puluhan instansi pemerintahan di Kota Keris.

"Saya tidak tahu, apakah hanya imbauan atau sebuah keharusan dalam tanda petik. Tapi yang jelas saya melihatnya ini tidak ada respon sama sekali sih. Dari saya amati, saya lihat itu hanya ada dua OPD yang ikut," ungkap Budayawan Sumenep Ibnu Hajar, Senin (01/07/2024).

Melihat hal tersebut, ia mempertanyakan sikap yang ditunjukan oleh para OPD, apakah memang tak merespon positif atau menolak SE itu dengan tidak mengutus perwakilan untuk berpartisipasi dalam Lomba Pidato Ala Bung Karno.

"Nah, kalau seperti ini saya tidak tahu, apakah surat edaran tidak direspon secara positif oleh OPD-OPD atau memang OPD-OPD menolak. Cuma karena takut mungkin menolak dengan surat edaran itu, sehingga tidak ada delegasi atau utusan-utusan dari OPD yang ada di Kabupaten Sumenep," lanjutnya.

Bahkan dari sikap itu, Ibnu Hajar menduga ada pembangkangan yang sengaja dilakukan oleh OPD di detik-detik terakhir masa jabatan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

"Jadi kalau seperti ini, artinya saya berani berkata bahwa kepedulian pihak dari pihak-pihak OPD yang telah mendapat surat resmi secara formal, secara kedinasan ini tidak merespon, ini tanda-tanda apa? Apakah bentuk pembangkangan dari OPD yang ada ada atau mungkin ada hal-hal lain ya, yang tidak saya pahami dan tidak saya ketahui," jelasnya.

Padahal menurutnya, gelaran tersebut bisa menjadi wadah yang pas untuk memberikan edukasi sejarah kepada generasi muda, termasuk mengajarkan kepada mereka gaya-gaya berorasi yang bisa menggugah dan membawa perubahan pada masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh sang proklamator.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengenal lebih jauh tentang sosok orator ulung tersebut, melalui para peserta yang tak hanya mengutip pidato-pidato presiden pertama Indonesia itu, tetapi juga berpenampilan ala Soekarno.

"Ketika dalam konteks kekinian, saya melihat bupati ini (Achmad Fauzi Wongsojudo, Red) dengan program Lomba Pidato Ala Bung Karno ini ingin memberikan pendidikan sejarah kepada generasi muda. Bahkan kecintaan-kecintaan menghargai jasa pahlawan," paparnya.

Lebih jauh dirinya mengungkapan, sebagai seorang budayawan ia kecewa dengan sikap OPD yang terkesan tidak ingin ikut andil dalam melestarikan budaya serta sejarah bangsa sendiri.

"Kalo dibilang kecewa, iya sih. Sebagai budayawan saya bagaimana membudayakan nilai-nilai orator yang diwariskan oleh sang proklamator itu bisa berjalan sedemikian rupa," tandasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV