SUARA INDONESIA

Di Hadapan Kader PMII, Lia Istifhama Jelaskan Pentingnya Konsep Contingency Theory

Lukman Hadi - 02 July 2024 | 13:07 - Dibaca 1.27k kali
News Di Hadapan Kader PMII, Lia Istifhama Jelaskan Pentingnya Konsep Contingency Theory
Lia Istifhama bersama narasumber lainnya saat di acara PMII UIN Sunan Ampel Surabaya. (Foto: Lukman/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA - DPD RI terpilih, Lia Istifhama membahas Contingency Theory di hadapan kader PMII UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya saat didapuk menjadi narasumber.

Lantas apa itu Contingency Theory? Ning Lia menyebutkan, jika konsep teori ini merujuk pada sistem atau cara memimpin suatu organisasi selalu bisa beradaptasi dengan kondisi tertentu.

"Contingency Theory merupakan pemikiran Frederick E Fiedler yang beranggapan bahwa tidak ada cara yang paling baik untuk memimpin, kecuali harus didasarkan pada situasi dan kondisi tertentu," kata Lia dalam penjelasannya, Selasa (02/07/2024).

“Dalam Islam, konsep ini disebut shalihun li kulli zaman wal makaan, yaitu kita harus adaptasi dengan situasi tempat dan waktu kita hadapi sekarang,” imbuhnya.

Ia memaparkan konsep teori tersebut, selaras dengan apa yang dilakukannya selama mengarungi Pemilu 2024 lalu.

Ning Lia menanamkan pesan penting kepada kader PMII UINSA, sebagai generasi muda selayaknya untuk terus melakukan pengembangan diri.

"Hidup itu pilihan, mau dikenang kebaikan atau dilupakan begitu saja? Maka jika ingin dikenang, bangun diri melalui strategi untuk terus melakukan pengembangan diri. Salah satunya dengan menerapkan konsep Contingency Theory," ungkap keponakan Khofifah Indar Parawansa itu.

Ia menambahkan, bahwa adaptasi yang harus dibentuk oleh generasi Z (Genzy) adalah konvergensi dan molekurasisasi dunia digital.

Menurut Lia, generasi sekarang merupakan pemimpin masa depan. Sehingga harus adaptif dan bijak terutama dalam hal memanfaatkan kecanggihan digital.

"Jadi bagaimana kalian membuat karya dari pemanfaatan digital dan mengkomunikasikan itu sebagai karya yang memiliki konten atau kemanfaatan,” tuturnya.

“Ini merupakan strategi penting agar kelak mampu menjadi pemimpin yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti preferensi atau keinginan masyarakat," pungkas Doktoral UINSA itu. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV