SUARA INDONESIA

Sepakat NKRI Sampai Mati, Abisai Rollo Berharap Papua Selalu Jadi Tanah Damai 

Mustakim Ali - 02 July 2024 | 20:07 - Dibaca 1.09k kali
News Sepakat NKRI Sampai Mati, Abisai Rollo Berharap Papua Selalu Jadi Tanah Damai 
Ondoafi Besar Skouw Yambe, Abisai Rollo. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, JAYAPURA - Sosok seorang Abisai Rollo (ABR) sudah bukan orang asing lagi bagi masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura.

Sebab, ABR yang akrab disapa Ondoafi Skouw Yambe itu, merupakan salah satu tokoh Papua yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI.

Dengan jiwa nasionalis yang tinggi tersebut, Ketua DPRD Kota Jayapura itu berpendapat kurang sepaham dengan jargon nasional "NKRI harga mati".

Menurutnya, Tanah Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan itu sudah final, untuk itu tidak pake harga mati lagi, melainkan NKRI sampai mati.

"Jadi, Tanah Papua itu sudah ada dalam bagian bingkai NKRI sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945 dan itu final," ucap Abisai Rollo.

Politikus Golkar ini menilai, dalam konteks Papua, NKRI bukan lagi harga mati, pasalnya pakai kata harga yang mungkin bisa diartikan akan ada tawar menawar di sana, oleh karena itu NKRI harus sampai mati dan kata ini jauh lebih tepat.

"Bagi saya kalimat NKRI sampai mati ini jauh lebih bermakna, sehingga kita semua menyadari bahwa dasar yang paling utama mencintai negara Indonesia ini," tegasnya.

Karena menurut ABR, pakai kata harga, karena harga itu bisa ditawar seperti barang yang dijual dipasar atau di pusat perbelanjaan sehingga perlu diubah menjadi NKRI sampai mati.

"Sejak kecil saya telah ditanamkan oleh orang tua saya untuk mencintai NKRI dan sampai saat ini saya dan keluarga masih setia, dan saya tegaskan bahwa saya tidak ingin menjadi pengkhianat bagi bangsa Indonesia," ungkapnya.

ABR tentu ingin Tanah Papua lebih khusus di Kota Jayapura aman dari segala masalah dan persoalan.

Ia pun mengajak kepada seluruh warga Kota Jayapura untuk tetap mencintai NKRI dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan negara Indonesia maupun kehidupan masyarakat baik secara agama, suku, ras dan golongan karena ada perbedaan pandangan.

"Kita semua adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Kota Jayapura dan Tanah Papua. Kita harus bersatu dan tidak boleh terpecah karena ada perbedaan pemahaman," pintanya.

Sementara itu, pada Pilkada Wali Kota Jayapura 2024, ABR merupakan salah satu bakal calon Wali Kota yang akan maju.

Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Jayapura ini tak pernah lelah dan putus asa, pasalnya ini kali ketiga ia akan maju di Pilkada Wali Kota Jayapura.

Sebagai salah satu calon kuat di Pilkada Wali Kota Jayapura, ABR tetap rendah hati dan senantiasa menanamkan rasa hormat yang tinggi kepada calon lain yang hendak maju.

"Ini adalah panggung bebas yang boleh maju, semua memiliki kesempatan yang sama dan itu ada dalam aturan hukum," kata ABR.

ABR menyampaikan, biarkan warga Kota Jayapura menentukan pilihan mereka dan tidak perlu ada tekanan atau intervensi dan sebagainya.

Ditanya soal pandangannya tentang Kota Jayapura, Abisai Rollo mengaku, Kota Jayapura cukup maju dan fasilitasnya sudah lengkap.

Kalaupun masih ada yang kurang maka itu bukan sebuah kegagalan, tetapi menjadi catatan bersama semua pihak termasuk Pemerintah untuk terus membenahi dan memperbaiki yang masih kurang tersebut.

Tentu saja tugas ini tentu bukan Pemerintah semata, tetapi semua pihak bertanggung jawab termasuk masyarakat itu sendiri.

Tambah Rollo, pada saat fit and proper test di Parpol, ia selalu ditanya ketika nanti jadi Wali Kota Jayapura, mau bawa Kota Jayapura kemana nanti.

"Saya jawab, kalau Kota Jayapura itu tetap di tempatnya dan ada 5 Distrik, jadi tidak dibawa kemana-mana," kata ABR.

ABR menjelaskan, jangan karena dirinya sendiri adalah Wali Kota Jayapura, lalu menulis di baliho dan memasang di jalan-jalan bahwa calon Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo akan mengubah Kota Jayapura ini.

"Kalau untuk merubah, saya tidak bisa dan tidak punya pikiran seperti ini, karena untuk merubah itu hanya Tuhan semata, kalau Tuhan itu berkehendak demikian, maka itu terjadi, kita manusia tidak bisa," pintanya.

ABR menuturkan, jika tidak mengubahnya, tetapi dirinya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin Wali Kota yang sebelumnya dimulai dari bapak MR Kambu dan Benhur Tomy Mano.

"Intinya yang sudah dikerjakan saya lanjutkan yang belum selesaikan kita kerjakan terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Kota Jayapura ini," tutup ABR. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Mustakim Ali
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV