SUARA INDONESIA

Bersama DLH, Perusahaan Tambang Emas di Tapsel Gelar Lomba Desa Ramah Lingkungan

Lamhot Naibaho - 03 July 2024 | 21:07 - Dibaca 1.06k kali
News Bersama DLH, Perusahaan Tambang Emas di Tapsel Gelar Lomba Desa Ramah Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup memaparkan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TAPSEL – Bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapanuli Selatan (Tapsel), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan emas menggelar lomba Desa Ramah Lingkungan bagi desa di sekitar Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Sumatera Utara.

Lomba yang mengusung tema 'Dari Hati untuk Bumi' ini diikuti enam desa/kelurahan. Yakni, Desa Hutabaru Siagian, Desa Hapesong Baru, Kelurahan Aek Pining, Desa Pardamean, Desa Wek III dan Desa Garoga. Lomba yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah ini bekerja sama dengan DLH Tapsel.

"Lomba ini dirancang sebagai bentuk komitmen mendukung keberlanjutan dan pelestarian lingkungan," ujar Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar, saat mengunjungi penilaian ke Desa Garoga, Rabu (3/7/2024).

Diungkapkan, kriteria penilaian lomba desa ramah lingkungan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 tersebut, terdiri dari beberapa item. Yaitu, kerapian, kebersihan dan keindahan desa, serta kantor desa, program lingkungan, juga partisipasi masyarakat (gotong royong).

Untuk program lingkungan mencakup beberapa faktor seperti, pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, pengolahan sampah, limbah padat dan cair.

Selain itu, juga peningkatan tutupan vegetasi, pengolahan dan pemanfaatan air limbah, peningkatan ketahanan pangan dan pertanian daya, pengendalian penyakit terkait iklim, dan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Kita juga akan melihat sampai sejauh mana keterlibatan masyarakat terkait upaya-upaya keberlanjutan dan pelestarian lingkungan yang dilakukan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Risman Rambe, dalam paparannya di hadapan tim penilai lomba Desa Ramah Lingkungan menyebutkan, berbagai langkah telah dilakukan pihaknya dalam upaya keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Untuk menciptakan keindahan dan kebersihan lingkungan, Pemdes Garoga bersama masyarakat setiap hari Jumat menggelar gotong royong bersih-bersih lingkungan permukiman. Selain itu, untuk mencegah serakan sampah maupun peralatan rumah tangga yang sudah tidak layak pakai, Pemdes Garoga membentuk bank sampah 'Satahi'.

Bank sampah Satahi menerima sampah maupun barang-barang yang telah rusak, dengan cara menyerahkannya kepada masyarakat maupun anak-anak. Selanjutnya sampah maupun peralatan rumah tangga yang rusak tersebut akan dijual kembali.

Keuntungan penjualan dipergunakan untuk kebutuhan desa. Sementara sampah-sampah organik akan diolah menjadi kompos. "Kami memotivasi anak-anak untuk hidup bersih dan sehat, sekaligus mengajarkan untuk menabung," kata Risman Rambe.

Masih dalam upaya pelestarian lingkungan, sambung Risman, Pemdes Garoga menjadikan sungai Garoga yang membelah pemukiman penduduk sebagai kawasan konservasi perairan. Kearifan lokal lubuk larangan melalui budidaya ikan ini mampu meningkatkan ketahanan pangan Desa Garoga, dengan menghasilkan ratusan kilogram ikan setiap tahunnya.

"Desa Garoga dikelilingi beberapa sungai, sangat rawan banjir. Kami juga menanam seribu pohon di pinggiran sungai menggunakan program Destana. Selain itu, kami membangun taman toga dan taman terbuka hijau di pinggiran sungai. Taman ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan difokuskan menjadi destinasi wisata," tutupnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lamhot Naibaho
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV