SUARA INDONESIA

Proyek Pembagunan Gedung Lima Lantai RSUD Tuban Terganjal Pembebasan Lahan

Irqam - 04 July 2024 | 10:07 - Dibaca 2.33k kali
News Proyek Pembagunan Gedung Lima Lantai RSUD Tuban Terganjal Pembebasan Lahan
Rapat Komisi I DPRD Kabupaten Tuban bersama instansi terkait membahas pembahasan lahan untuk RSUD Koesma. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Proyek pembangunan gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) RSUD Koesma Tuban, Jawa Timur, tak berjalan mulus. Pembangunan gedung setinggi lima itu masih terganjal pembebasan lahan.

Hal tersebut terungkap dalam rapat Komisi I DPRD Kabupaten Tuban pada rapat bersama Pemkab Tuban, RSUD Koesma, Yayasan Abdi Negara, dan BPN Tuban yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi pada Senin (1/07/2024).

Rapat dipimpin langsung anggota Komisi I DPRD Tuban, Mohammad Musa didampingi Mukaffi Makki. Hadir Direktur RSUD Koesma Tuban Masyudi, Ketua Yayasan Abdi Negara Joko Sarwono, Kasi Penetapan Hak dan Pen­daftaran ATR/ BPN Kacung Efendi, Kabag Hukum Setda Tuban Cyta Sorjawijati, dan Kabag Umum Setda Tuban Nurul Fuadiyah. 

Mohammad Musa mendesak agar permasalahan pembebasan lahan yang masih mengajal pembangunan gedung IPIT RSUD Koesma ini harus segera diselesaikan Pemkab Tuban. Sebab, gedung tersebut sangat penting untuk peningkatan akses pelayanan masyarakat.

“Kami harap, masalah ini cepat selesai, karena ini juga untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Musa.

Ditempat yang sama, Mukaffi Makki meminta kepada Pemkab Tuban untuk mengakomodir beberapa permintaan warga yang terdampak. Hal ini, agar persoalan pembebasan lahan itu tidak berlarut-larut.

“Karena bagaimanapun mereka juga warga Kabupaten Tuban,” ujar anggota Komisi I DPRD Tuban yang akrab disapa Gus Kaffi.

Selain itu, Gus Kaffi juga menyoroti kejelasan Hak Atas Tanah (HAT) dari lahan yang akan dibebaskan. “Kemudian jumlah luasan yang berubah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Abdi Negara Joko Sarwono menyampaikan, pihaknya sudah menggelar audiensi bersama pemkab dan warga. Namun, dari total 19 kepala Keluarga, 7 diantaranya belum memenuhi kata sepakat mengenai ganti rugi. 

Joko menegaskan bahwa sesuai dengan bukti sertipikat yang diterbitkan ATR/BPN, lahan tersebut secara sah milik yayasan Abdi Negara, dengan total luasan awal 52.350 meter persegi.

Namun, berubah menjadi 49.340 meter persegi setelah dilakukan pengukuran ulang oleh ATR/ BPN tahun 2022 lalu, saat yayasan akan membangun pagar pembatas. “Selain itu juga sebagai pengamanan aset”, ujarnya. 

Ia mengaku, bersama dengan Pemkab Tuban akan segera kembali melakukan mediasi dengan warga. “Kami harap, kali ini ada kata sepakat, agar cepat selesai,” ucapnya.

Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran ATR/BPN Tuban Kacung Efendi mengatakan, perubahan luasan tanah bisa saja terjadi akibat metode pengukuran yang digunakan. 

“Itu bisa berubah karena pakai metode manual berganti ke digital. Jadi dari luasan induk, berubah menjadi luasan sekarang ini,” kata Kacung. 

Selain itu, berdasarkan data yang ada, batas sebelah utara sudah di mohon oleh bekas penggarap tanah setempat yang sebelumnya mendapatkan izin dari yayasan Abdi Negara. “Nah, siapa-siapanya,  ini sesuai usulan lurah saat itu,”  imbuh Kacung. 

Direktur RSUD Koesma Tuban Moh. Masyhudi menjelaskan, pembangunan gedung IPIT telah direncanakan sejak tahun lalu, namun  diundur hingga 2024. Ia meyakinkan, jika kebutuhan IPIT cukup mendesak, melihat kebutuhan masyarakat saat ini. 

“Ini mendesak pimpinan, karena ICU kita cuman 8 kamar. Padahal, idealnya harus 30 ICU sesuai standar. Jadi kami (RSUD) kewalahan,” jelasnya.

Masyhudi berharap, masalah pembebasan lahan segera selesai, agar pembangunan IPIT dapat dilaksanakan. 

Sebelumnya, Komisi I DPRD Tuban juga telah mediasi warga timur RSUD Koesma Tuban dengan Pemkab Tuban dan Yayasan pada 26 Juni lalu. Hasilnya, Komisi I meminta penjelasan kepastian Hak Atas Tanah tersebut kepada pihak yayasan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV