SUARA INDONESIA

Produsen Air Mineral Bantah Tudingan DPMPTSP Ngawi Soal Keberadaannya Tak Berizin

Ari Hermawan - 04 July 2024 | 10:07 - Dibaca 1.42k kali
News Produsen Air Mineral Bantah Tudingan DPMPTSP Ngawi Soal Keberadaannya Tak Berizin
Manajemen PT Grand Pasific Pratama, Achmad Junaedi (HRD) produsen air mineral merk Aqua di Ngawi, Jawa Timur. (Foto: Ari Hermawan/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - Manajemen PT Grand Pasific Pratama produsen air mineral merk Aqua membantah pernyataan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, soal keberadaannya disebut tak berizin.

Manajemen PT Grand Pasific Pratama, Achmad Junaedi (HRD) menegaskan bahwa perusahaannya yang berada di Jalan Raya Ngawi Solo tepatnya di Desa Watualang sudah ada izin sejak berdiri.

"Intinya perizinan kita sudah komplit, lengkap. NIB dan lain sebagainya sudah ada," kata Achmad Junaedi dihadapan awak media, Kamis (4/7/2024).

Ditanya soal izin belum ada di sistem Online Single Submission (OSS), Achmad Junaedi kembali menegaskan sudah masuk izin sistem OSS.

"Kita sudah update, semua perizinan sekarang pakai OSS. Tidak mungkin perusahaan kami belum OSS, NIB kita saja sudah barcode kok, NIB kan diambilkan dari OSS," ujar Achmad.

Namun, Achmad hanya menjelaskan singkat ketika disinggung soal perusahaannya masih atas nama perorangan belum ke nama perusahaan.

"Masalah perizinan mungkin kita cukup tahu saja ya," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan PT Grand Pasific Pratama mencuat berawal dari aduan mantan karyawan ke Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) yang dianggap tidak memenuhi hak karyawannya.

DPPTK Ngawi kemudian memberikan waktu 20 hari agar perusahaan itu memperbaiki sistem ketenagakerjaan.

Di sisi lain soal perizinan, DPMPTSP sudah mendatangi perusahaan dan menyebut bahwa perizinan belum terdapat di sistem OSS, bahkan masih nama perorangan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV