SUARA INDONESIA

Korupsi Dana Ketahanan Pangan, Oknum Sekdes di Banjarnegara Terancam Masuk Bui Seumur Hidup

Iwan Setiawan - 04 July 2024 | 16:07 - Dibaca 2.11k kali
News Korupsi Dana Ketahanan Pangan, Oknum Sekdes di Banjarnegara Terancam Masuk Bui Seumur Hidup
Ilustrasi korupsi dana ketahanan pangan. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA- Seorang oknum sekretaris desa (sekdes) di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, harus berurusan dengan hukum. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup dengan dugaan korupsi dana ketahanan pangan di desanya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara Sutan Takdir mengatakan, oknum sekdes tersebut diduga telah menyelewengkan dana ketahanan pangan atau anggaran bidang pemberdayaan masyarakat sub bidang pertanian dan peternakan pada 2022.

"Berdasarkan audit dari Inspektorat Kabupaten Banjarnegara, terdakwa secara sah telah merugikan negara sebesar Rp 192.663.636," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (4/7/2024).

Dijelaskan Sutan Takdir, total anggaran ketahanan pangan di salah satu desa di Kecamatan Purwareja Klampok pada 2022 sebesar Rp 214.540.000. Duit sebesar itu sejatinya untuk pembelian sapi 14 ekor, sebagai rincian satu indukan dan 13 sapi anakan.

Namun, di tengah perjalanan terdakwa tidak melaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga program ketahanan pangan tidak sesuai alur yang telah ditetapkan. Terdakwa melanggar pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun, serta membayar uang pengganti dan mengembalikan uang kerugian negara," katanya.

Walaupun terdakwa atau oknum sekdes tersebut telah mengembalikan uang kerugian negara, namun dengan mengembalikan uang kerugian tidak serta merta menghapus perbuatan pidana dugaan korupsi.

"Hingga saat ini terdakwa sudah menjalani empat kali persidangan. Untuk sidang berikutnya akan dilaksanakan minggu depan mendengarkan saksi yang meringankan terdakwa," imbuhnya.

"Kami mengimbau kepada semua pemerintah desa agar tidak bermain-main dengan anggaran negara, termasuk ketahanan pangan. Program ketahanan pangan ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi program ini harus sesuai prosedur," tandasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV