SUARA INDONESIA

Program Makmur di Bondowoso, Terbukti Produktivitas Pertanian Meningkat 30 Persen

Bahrullah - 04 July 2024 | 18:07 - Dibaca 1.37k kali
News Program Makmur di Bondowoso, Terbukti Produktivitas Pertanian Meningkat 30 Persen
gelar teknologi dan seremonial tanam tebu program makmur kerjasama PT Petrokimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara (SNG) di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen (Foto Istimewa)

SUARA INDONESIA, BONDOWOSO- Program makmur yang diinisiasi oleh oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pola kolaboratif di Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ternyata terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian semakin meningkat 30 persen.

Hal itu terungkap saat acara gelar teknologi (Geltek) dan seremonial tanam tebu program makmur kerjasama PT Petrokimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara (SNG) di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (4/6/2024).


Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Bondowoso, H. Rolis Wikarsono menjelaskan, terdapat 6.500 Hektar lahan Tebu di Bondowoso yang sudah tercover program Makmur.

Kata Rois program itu bukan hanya di Tapen. Namun sudah rata di seluruh Kabupaten Bondowoso.

"Di Tapen hampir semua Kecamatan sudah tercover dengan program ini," sabut H. Rolis.

Dia menerangkan, program makmur itu dimulai sejak 3 tahun yang lalu.

Lewat program itu, petani tebu menuai ragam manfaat dari program Makmur. Yang paling utama adalah kepastian dari sisi permodalan hingga pemasaran.

Dengan program makmur petani diberi bantuan permodalan dan diberikan pendampingan dari pra tanam sampai pasca panen.

"Petani mendapatkan dana dari perbankan untuk di transfer ke Petrokimia. Setelah itu, petani terima pupuknya, sehingga petani dapat jaminan pupuk yang asli dan bagus dalam waktu yang cepat, untuk prosesnya hanya butuh 2-3 hari saja," urainya.

Rolis kemudian menekankan tentang pentingnya pupuk bagi petani. Jika pemberian pupuk telat, maka 'kiamat' bagi petani, karena produktivitas akan menurun.

"Kalau pupuknya asli, tepat waktu, tepat jumlah, saya jamin jos dan bagus, sedangkan kalau terlambat stagnasi namanya," tuturnya.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah penyediaan pupuk tepat waktu, tepat jumlah dan harga yang kompetitif.

"Kami berharap untuk Petrokimia Gresik, harga pupuk kalau bisa disamakan. Kalau sekarang ada selisih Rp 1.000 - Rp 2.000," pintanya.

Robby Setyabudi Madjid, Direktur Keuangan dan Umum pada PT Petrokimia Gresik menjelaskan bahwa Program Makmur tidak hanya di Jawa Timur dan tidak cuma untuk pertanian tebu.

"Program ini memang yang mengadopsi pertama di Bondowoso dan tebu," kata Robby.

Pihaknya berkeinginan menanggulangi sejumlah permasalahan petani, mulai dari modal dan input pertanian berkualitas tinggi.

"Nah kebetulan khusus untuk tebu memang parameternya bukan hanya berat dan kuintalan dari hasil batangan, tapi sebenarnya juga berapa sih rendemennya," ucapnya.

Selain giat panen dan tanam tebu, giat itu juga diwarnai dengan ajang penyemprotan pupuk cair menggunakan drone.

"Kami akan launching program petro spring atau smart precission farming. Salah satunya menggunakan drone," bebernya.

Sekali terbang selama 7 menit, penyemprotan bisa mencangkup luasan 5.000 meter persegi atau 1/2 hektar.

"Harapannya lebih efektif, lebih efisien dalam penerapan atau pemberian pupuk dan obat-obatan atau pestisida," terangnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV