SUARA INDONESIA

Program Dana Sosial Purna Tugas Korpri di Cilacap Resmi Dihentikan

Satria Galih Saputra - 05 July 2024 | 00:07 - Dibaca 1.09k kali
News Program Dana Sosial Purna Tugas Korpri di Cilacap Resmi Dihentikan
Bendahara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cilacap Hasanuddin. (Foto: istimewa)

SUARA INDONESIA, CILACAP - Bendahara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cilacap Hasanuddin menyampaikan, bahwa Program Dana Sosial Purna Tugas Korpri telah resmi dihentikan.

Adapun alasan penghentian program ini lantaran adanya kebijakan pemerintah pusat yakni moratorium berkaitan dengan pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Jadi tidak ada penambahan PNS karena ada moratorium. Padahal yang pensiun setiap tahunnya bisa 600-700 orang. Artinya ada yang pensiun tapi tidak ada yang masuk, sehingga tidak terjadi balance," ujar Hasanuddin saat ditemui, Kamis (4/7/2024).

Oleh sebab itu, program yang diketahui telah dijalankan sejak tahun 2008 ini kemudian dihentikan. "Apalagi waktu itu terjadi pengalihan status guru-guru SMA yang semula guru Kabupaten menjadi pegawai provinsi, ini juga berdampak, ribuan orang keluar dari program ini," ungkap Hasanuddin.

"Dan setelah masuk kepengurusan di tahun 2022, kami kemudian menganalisa jumlah anggota. Yang tadinya sekitar 15 ribu orang, sekarang tinggal 9 ribu orang. Tentunya ini juga menyedot anggaran yang ada karena yang keluar kan otomatis mendapat dana sosial ini," tandasnya.

Hasanuddin melanjutkan, apabila program Dana Sosial Purna Tugas Korpri dilanjutkan, di tahun 2026 nanti dengan konsep tahun 2013, kemungkinan dana tersebut habis. Sementara sisa pegawai yang belum pensiun berjumlah ribuan. Sehingga diputuskan program itu dihentikan.

Sementara keputusan penghentian Program Dana Sosial tersebut, kata Hasanuddin berdasarkan hasil keputusan rapat bersama. "Jadi tidak bisa sepihak. Dan hasil rapat di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), hampir 100 persen OPD minta program ini supaya dihentikan saja," jelasnya.

"Setelah itu, surat masuk ke kami kemudian rapat lagi terakhir di akhir bulan Desember 2023 kemarin dengan mengumpulkan Ketua Unit Korpri dan disepakati program dihentikan. Lalu turun SK Pemberhentian di awal bulan Januari 2024," imbuh Hasanuddin.

Sementara itu, berkaitan dengan sisa dana yang ada, selanjutnya dibagikan ke masing-masing anggota baik yang aktif maupun non aktif lantaran pensiun, dan telah mengikuti dari awal. Adapun dana yang tersisa sebesar Rp 14,5 miliar.

"Bagi yang pensiun di tahun 2023 ditambah TMT1 Januari 2024 masih mendapat sesuai aturan yang lama senilai Rp 12,9 juta dengan pertimbangan karena aturan yang masih berjalan. Ini yang ikut dari awal. Kebetulan yang pensiun tahun 2023 ditambah TMT1 ada 822 orang," kata Hasanuddin.

"Sehingga dana yang dikeluarkan totalnya Rp 10,6 miliar. Dan untuk sisanya Rp 3,9 miliar dibagi sejumlah itu, sudah tersalurkan bagi yang aktif. Tentu yang ikut dari awal dapatnya tidak sama dengan yang baru ikut. Untuk penyalurannya melalui rekening masing-masing," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV