SUARA INDONESIA

Jamasan Keris Segera Digelar, Bupati Sumenep: Ini Warisan Budaya Leluhur

Wildan Mukhlishah Sy - 06 July 2024 | 17:07 - Dibaca 779 kali
News Jamasan Keris Segera Digelar, Bupati Sumenep: Ini Warisan Budaya Leluhur
Suasana Jamasan Keris di Sumenep (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP - Jamasan Keris merupakan salah satu warisan budaya luhur, yang telah ada sejak dahulu, yakni serangkaian kegiatan untuk membersihkan, merawat, memandikan serta memelihara benda pusaka atau keris peninggalan para leluhur agar tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami kerusakan. 

Demi menjaga warisan budaya tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama pelestari budaya "Pelar Agung", menggelar acara Haul Akbar sekaligus Jamasan Keris, pada 15-16 Juli 2024 mendatang. 

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut, sebagai warisan budaya, kegiatan yang rutin dilakukan pada bulan Suro itu harus terus dirawat dan dijaga.

Menurutnya hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan kepada warga Desa Aengtongtong sebagai pengrajin keris, bahkan menjadi daerah pengrajin keris terbanyak di Indonesia sekitar 600 empu, yang telah diakui UNESCO. 

"Dengan cara jamasan ini pendahulu kita merawat keris. Kita sebagai penerus wajib meneruskan itu," ujarnya. 

Oleh sebab itu ia berharap kegiatan tersebut tak hanya sekedar serimonial tahunan, tetapi juga wadah untuk mengenalkan keris kepada kaum muda. 

Apalagi, kata dia Sumenep kaya akan tradisi dan budaya yang tak hanya harus dibanggakan, tetapi juga diwariskan agar bisa terus ada di masa-masa yang akan datang. 

"Bangga bukan berarti hanya merayakan, tapi bagaimana untuk bisa terlibat aktif dalam hal itu. Misalnya, ikut membuat keris sehingga menjadi empu atau pengrajin keris," pungkasnya. 

Adapun susunan acara pada 15 Juli 2024 dimulai dengan haul akbar yang dikhususkan kepada para leluhur yang telah mewarisi budaya keris di Sumenep, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kemudian, pada pukul 09.00 WIB acara dilanjutkan dengan Jamasan Keris, yang dimuali dari jamesan pusaka leluhur Desa Aeng Tongtong lalu diteruskan ke jamesan pusaka Keraton Sumenep. 

Setelah itu, pada pukul 11.00 WIB acara ramah tamah tajin sora yang memiliki arti pertemuan antara raja dengan pelayannya. Selanjutnya ada lelang pusaka yang dimulai pukul 13.00 WIB. 

Sementara acara puncak dilaksanakan keesokan harinya, tanggal 16 Juli 2024 yang dimulai dengan kirab pusaka dari daerah pengrajin keris, Desa Aeng Tongtong menuju Keraton Sumenep, yang nanti kedatangannya akan disambut langsung oleh Bupati Fauzi dan jajarannya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV