SUARA INDONESIA
Banner

Budi Suhendra Resmi Dilantik Sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Jam Gadang

BUKITTINGGI-Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melantik Budi Suhendra sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jam Gadang, periode 2020 - 2025. Pelantikan dilakukan dengan standar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di Balairung Rumah Dinas Wako, Belakang Balok, Kota Bukittinggi, Rabu (16/9/2020 ).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, proses pemilihan Dirut PDAM, bukan hal mudah, tapi para bakal calon melewati proses seleksi yang cukup ketat. Sejak dibuka pendaftaran, terdapat 7 bakal calon yang ikut seleksi administrasi. Dari seleksi itu, hanya lima orang yang dinyatakan lolos untuk calon Direktur PDAM Tirta Jam Gadang.

Kelima calon direktur yang lolos seleksi administrasi itu, masing masingnya, Andi Akbar (Swasta), Budi Suhendra (PDAM Tirta Jam Gadang), Rudi Alfian Umar (Perbankan), Jefri (Perbankan) dan Hery Iswahyudi (mantan Direktur PDAM Payakumbuh).

Kelimanya menjalani psikotes, ujian tertulis sebanyak 2 kali dan juga penyampaikan visi dan misi serta dilanjutkan dengan wawancara. Hasil seleksi diambil tiga orang terbaik. Tiga orang hasil seleksi itu, mengikuti tes wawancara dengan KPM (Kuasa Pemilik Modal) yaitu Walikota Bukittinggi. Dari hasil tes wawancara, Budi Suhendra terpilih menjadi Dirut PDAM Tirta Jam Gadang.

“Kami ucapkan selamat, ini adalah amanah. Kami pilih orang yang benar-benar mengerti PDAM. Karena banyak tugas berat menanti. Pelayanan kedepan harus lebih baik. Pelayanan air, menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kita harus bekerja keras, bangun komunikasi yang baik dengan balai hingga pusat. Tingkat kebocoran pipa saat ini masih 45,05 persen. Ini harus kita pikirkan dengan cepat. Sumber air dari Sungai Tanang mulai menurun, untuk itu harus ada inovasi dalam mencari sumber air baru,” terang Ramlan.

Wako Ramlan, juga meminta Dirut PDAM bersama seluruh karyawan, untuk dapat melakukan inovasi baru. PDAM bekerja harus ada koordinasi dengan PU.

“Jangan sampai ketika pembangunan, ada kendala air, akhirnya dibongkar lagi. Jangan sampai seperti itu. Jangan bekerja karena ada kepentingan, bekerjalah ikhlas demi melayani kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Edwarman)

Apa Reaksi Anda?