SUARA INDONESIA
Banner

Pemkab Sarankan Bangun Gedung RSUD dengan Pola Pinjaman, DPRD Trenggalek Sepakat

TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten sarankan RSUD dr. Soedomo Trenggalek lakukan pinjaman untuk membangun beberapa gedung demi peningkatan pelayanan.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD saat dipanggil Komisi III DPRD Trenggalek dalam rapat pembahasan perubahan APBD tahun 2020. 

Sukarodin, Ketua Komisi III DPRD Trenggalek menjelaskan jika melihat kemampuan keuangan APBD nampaknya dalam merencanakan pembangunan gedung memang berat. 

Sehingga demi memiliki pelayanan yang representatif dan keinginan naik kelas maka RSUD memiliki salah satu jalan keluar dengan menggunakan anggaran pinjaman. 

"Direktur RSUD dalam hal ini juga telah menyampaikan jika bersama Pemkab telah melakukan komunikasi dengan pemberi pinjaman," ungkapnya Kamis, (17/9/2020).

Lanjut Sukarodin, dengan adanya saran melakukan pinjaman, maka DPRD juga ikut mendorong upaya tersebut. Mengingat Perda untuk itu juga telah dibuatkan. 

Namun untuk keputusan, DPRD mengembalikan kepada pihak RSUD. Tentunya untuk mempertimbangkan bisa mengembalikan angsuran pinjaman atau melakukan pertimbangan lain. 

Sementara itu dr. Sunarto selaku Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek menjelaskan, sebenarnya untuk Perda tentang pinjaman daerah telah ada. 

Bahkan pihaknya juga telah melakukan Rapat di tingkat Kabupaten. Artinya, untuk menyikapi anggaran yang terbatas, maka salah satu solusinya adalah dengan pola pinjaman. 

"Kemarin, kita bersama Pemkab juga telah melakukan kunjungan ke Jakarta dan bertemu pihak PT. SMI selaku pemodal," terangnya.

Menurut dr. Narto, kendati demikian langkah tersebut masih dalam pertimbangan. Apakah nanti akan memakai langkah itu atau pemodal lokal.

Bahkan saat ini masih dalam pembahasan keuntungan dan kerugian sampai seberapa jika mengambil langkah tersebut.

"Untuk rencana pinjaman ini akan digunakan untuk pembangunan gedung," ucap dr. Narto.

Ditambahkan dr. Narto, perlu diketahui gedung yang di RSUD saat ini merupakan gedung lama. Jika mengambil langkah menabung lima tahun, dikhawatirkan jika saat ini bisa membangun satu gedung namun ada satu gedung lagi sudah rusak.

Mungkin langkah yang efektif untuk meningkatkan pelayanan merupakan pola pendanaan dengan pinjaman. Hal itu dengan pertimbangan jika terpaku pada APBD akan sangat berat. 

Menurutnya, besaran pinjaman nanti berapa masih dalam pertimbangan. Namun untuk pelaksanaan yang paling penting adalah pembangunan gedung untuk pelayanan masyarakat.

"Bahkan, ditahun ini juga telah diusulkan relokasi ruang gizi, laundry dan ruang ICU ke pusat. Dengan adanya pembangunan ini RSUD akan mendekati standar yang telah ditentukan pusat," pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?