SUARA INDONESIA
Banner

Seluruh Jajaran KPU Trenggalek Jalani Swab Tes

TRENGGALEK - Komisioner, Staf dan anggota KPU Trenggalek pada Senin (21/9/2020) menjalani tes swab di RSUD dr Soedomo Trenggalek. 

Hal itu dilakukan KPU Trenggalek dalam menindaklanjuti keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Trenggalek.

Keputusan itu terkait kewajiban seluruh peserta yang terlibat dalam pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan swab. 

"Ada lima komisioner dan lima sekretaris dan staf KPU telah melakukan tes swab di RSUD dr. Soedomo," kata Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi, 

Menurut Gembong, tujuan Swab Tes tersebut untuk memastikan, bahwa petugas yang terlibat nanti benar-benar terhindar dari covid-19.

Instruksi ini merupakan keputusan GTPP, jadi KPU harus melaksanakannya agar tahapan tersebut bisa terlaksana tanpa gangguan.

"Sebenarnya dalam pelaksanaan nanti, tidak seluruh anggota KPU masuk dalam ruangan pengundian nomor urut bapaslon," ungkapnya.

Dijelaskan Gembong, sebab GTPP memberi batas maksimal 50 orang yang masuk dalam ruangan. Namun langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi bila ada anggota baik komisioner maupun staf KPU yang terkonfirmasi positif.

Jadi jika itu terjadi maka proses penggantinya nanti tidak terburu-buru melakukan tes swab. 

"Karena dalam pelaksananan nanti kami juga butuh petugas yang mondar-mandir dalam melakukan persiapan kegiatan, makanya diikutkan dalam tes swab," tegasnya.

Selain itu, jika nanti dalam hasil tes swab tersebut terdapat yang terkonfirmasi positif, selain melakukan pergantian KPU juga akan melakukan release. 

Sebab dalam pelaksanaan kali ini KPU ingin hasil yang sebaik-baiknya. Ditunggu saja hasilnya, dan semoga saja siapapun tidak ada yang terkonfirmasi positif.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua GTPP Covid-19 Trenggalek Joko Irianto. 

Menurutnya, langkah tersebut diambil dalam rangka mengantisipasi penyebaran covid-19 di Trenggalek yang selama ini masih terjadi. 

"Hal ini sebagai langkah antisipasi kami, selain itu seluruh kegiatan yang ada harus menerapkan protokoler kesehatan," pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?