SUARA INDONESIA

PPKM Tak Berpengaruh Terhadap Transaksi Jual Beli di POL

M Nur Ali Zulfikar - 21 July 2021 | 17:07
Pemerintahan PPKM Tak Berpengaruh Terhadap Transaksi Jual Beli di POL

LAMONGAN - Pemerintah resmi memperpanjang pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sampai tanggal 25 Juli 2021. Keputusan tersebut diumumkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Selasa (20/7/2021), malam.

Dalam keputusan tersebut, Jokowi menegaskan, pada tanggal 26 Juli 2021, akan membuka kran PPKM, apabila terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Perpajangan tersebut, membuat masyarakat harus kembali menahan diri untuk keluar rumah, termasuk untuk keperluan belanja kebutuhan pokok. Beruntungnya saat ini adalah zaman perkembangan teknologi informasi, sehingga, tanpa keluar rumah, masyarakat tetap bisa belanja melalui aplikasi digital, salah satunya lewat Pasar Online Lamongan (POL).

Selama pandemi, aplikasi milik Perumda Pasar Lamongan itu, semakin aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan transaksi jual beli terus berjalan lancar, tanpa ada hambatan.


“Alhamdulillah, meskipun pandemi dan PPKM Darurat, transaksi jual beli di aplikasi POL terus mengalami peningkatan, dan mendukung masyarakat untuk stay at home, atau belanja atau beli kebutuhan dari rumah masing-masing," ungkap Direktur Perumda Pasar Lamongan, Suhartono, Rabu (21/7/2021).

Pria yang akrab disapa Hartono itu mengatakan, dalam rangka mengurangi mobilitas masyarakat dan menekan angka penyebaran Covid-19, masyarakat harus belajar belanja online lewat POL. Jangan semuanya belanja di pasar langsung, apalagi ada pembatasan maksimal pengunjung 50 persen.

"Kami berharap masyarakat paham dengan aplikasi yang dimiliki oleh Pemkab Lamongan ini. Hanya dengan menambah 5.000 saja belanjaan sudah sampai di rumah dan aman dari penularan Covid-19," kata pria yang humble ini.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengajak masyarakat untuk mulai belanja melalui aplikasi digital. Khususnya menggunakan platform kebanggaan Lamongan yaitu POL.

“Saya terus mengamati dan melakukan evaluasi perkembangan aplikasi POL. Aplikasi ini menjadi salah satu solusi belanja di tengah pandemi, masyarakat bisa belanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah. Demi mendukung kebijakan pemerintah untuk stay at home,” ujar pria yang akrab disapa Yes ini, saat meninjau perkembangan POL di kantor Perumda Pasar Lamongan.

Yuhronur berjanji akan terus mengembangkan, aplikasi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lamongan itu. Salah satunya, dengan terus mengembangkan server dan fasilitas di aplikasi POL.

“Untuk meningkatkan pelayanan. Kita akan mengembangkan POL, agar nantinya menjadi instrument layanan pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan layanan belanja, semakin maksimal. Tentu fasilitas juga akan kita kembangkan," terang CEO Persela Lamongan ini.

Dalam kesempatan itu, Yes mengimbau, buat para penjual di pasar tradisonal yang tetap buka selama masa PPKM, agar tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Pemerintah memberi jangka waktu sampai tanggal 25 Juli untuk evaluasi dan memantau perkembangan, dan pada tangal 26 Juli akan menentukan kebijakan selanjutnya. Sementara kita jalankan keadaan yang sudah baik ini," tegasnya

Satgas Covid-19 Lamongan, kata Yes, terus melakukan upaya- upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Baik melalui sosialisasi, dan penyaluran bantuan.

"Turunnya angka mobilitas masyarakat di Lamongan harus kita pertahankan bersama. Saat ini, kami memantau, masyarakat sudah banyak yang patuh prokes. Tapi kita tidak akan pernah lelah untuk terus mengingatkan. Masker! Masker! Masker!," pungkasnya

Pewarta : M Nur Ali Zulfikar
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya