SUARA INDONESIA

Strategi "Hulu ke Hilir", Ampuh Tanggulangi Lonjakan Covid-19 di Probolinggo

Lutfi Hidayat - 28 July 2021 | 21:07
Pemerintahan Strategi

PROBOLINGGO - Hampir 2 tahun pandemi Covid-19 terjadi, Pemerintah Pusat hingga daerah berjibaku menanggulanginya.

Bermacam strategi, kebijakan hingga program penanganan virus mematikan itu diterapkan, begitu pun yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Awal tahun 2020 lalu merupakan fase pertama Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masuk ke Indonesia, sejak saat itu Pemkab Probolinggo telah aktif melakukan proteksi dan penanganan agar virus itu tak meluas.

Jubir Satgas Covid-19, dr. Dewi Vironica mengatakan hingga 27 Juli 2021 terdapat 941 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sebagian mereka dirawat di fasilitas kesehatan sedangkan sebagian lainnya berada di tempat isolasi terpadu.

"Tujuannya agar yang tertular bisa diawasi dan ditangani secara tepat, asupan gizi, keluhan kesehatan dan tentu agar mereka tidak keluyuran. Sekecil apapun gejala akan segera diketahui dan ditangani dengan tepat," ungkapnya, Rabu (28/07/2021).

Strategi hulu ke hilir lebih tepatnya untuk menyebut upaya penanggulangan Covid-19 yang dilakukan Pemkab Probolinggo.

Optimalisasi penerapan tracing, testing dan treathment (3T) dilakukan jika mendapati adanya kasus konfirmasi positif Covid-19 pada pasien yang meninggal di rumah sakit. 

Mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien meninggal konfirmasi positif Covid-19, akan dilakukan 3T sampai kondisi sebarannnya terkendali.

Buruh migran yang pulang kampung dari luar negeri atau luar kota, juga harus siap dikarantina secara terpusat.

"Setiap ada buruh migran atau pekerja pulang kampung, kami mendapat notifikasi dari pemerintah provinsi. Mereka kami jemput, kami tes dan karantina meski pun hasil tesnya negatif," beber dokter Viro sapaan akrabnya.

Pengakuan seorang penyintas Covid-19, Nofia menyebut selama masa karantina dilayani dengan baik. 

Makanan bergizi, obat-obatan, suplemen makanan, hingga fasilitas kesehatan diakuinya terlayani dengan baik.

"Saat itu saya dan keluarga sebanyak 12 orang yang dikarantina. Makan, vitamin, susu sampai buah-buahan semuanya disediakan dengan baik," katanya.

Pelibatan seluruh komponen pemerintah dan tokoh masyarakat dalam sosialissi protokol kesehatan 5M juga dilakukan.

Upaya itu pun cukup membuahkan hasil, saat banyak daerah terjadi lonjakan kasus secara signifikan, Kabupaten Probolinggo masih bisa bertahan.

Saat penerapan PPKM Darurat, Kabupaten Probolinggo masuk level IV kemudian turun ke level III saat perpanjangan dilakukan pemerintah pusat.

Sejauh ini terdapat 19 lokasi karantina terpadu disediakan Pemkab Probolinggo dengan penerapan 3T yang terus dilakukan, bedanya penegakan disiplin protokol kesehatan saat ini cenderung dilakukan secara lebih persuasif.

"Berbeda dengan awal-awal dahulu, penegakan saat ini dilakukan secara humanis persuasif. Dengan begitu warga diberi pemahaman dan diarahkan sesuai aturan yang berlaku," ungkap Koordinatir Penegakan Hukum dan Disiplin Satgas Covid-19, Ugas Irwanto.

Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wibowo mengapresiasi konsistensi dan disiplin penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

Dari awal pandemi, menurutnya Pemkab Probolinggo konsisten terapkan isolasi terpadu dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

"Di Kabupaten (Probolinggo) semuanya dilaksanakan Isolasi terpusat, sehingga wajar masuk level 3 karena dapat dimonitor dan dikendalikan. 800 orang lebih diisolasi terpusat di 25 instalasi (hotel, sekolah dan lain-lain), dibiayai Pemkab (Probolinggo)," ungkapnya. (Adv)

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV